(Taiwan, ROC) -- Media asing melaporkan bahwa Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS, Hung Cao, saat menghadiri sidang dengar pendapat Senat menyatakan bahwa karena perang Iran, membuat AS menunda sebuah paket penjualan senjata ke Taiwan senilai US$14 miliar.
Menanggapi hal ini, Juru Bicara Istana Kepresidenan, Karen Kuo (郭雅慧), pada Jumat hari ini (22/5) menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada informasi apa pun dari pihak AS terkait penyesuaian penjualan senjata. Istana Kepresidenan justru berharap anggaran terkait pertahanan di Yuan Legislatif tidak menimbulkan persoalan tambahan dan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Laporan media The Hill menyebutkan bahwa Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS, Hung Cao, pada Kamis kemarin (21/5) menghadiri siding dengar pendapat Senat dan menyatakan bahwa karena perang Iran membuat AS tengah menunda sebuah paket penjualan senjata ke Taiwan senilai US$14 miliar.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Istana Kepresidenan, Karen Kuo, mengatakan bahwa pihaknya telah mencermati pemberitaan tersebut, tetapi saat ini tidak ada informasi apa pun dari pihak AS mengenai penyesuaian penjualan senjata ke Taiwan. Dirinya menambahkan, yang lebih penting justru berharap anggaran terkait pertahanan dapt segera disahkan di Yuan Legislatif.
Karen Kuo mengatakan, “Tidak ada informasi apa pun terkait penyesuaian penjualan senjata dari pihak AS. Justru persoalan terbesar adalah kami berharap di Yuan Legislatif, peraturan terkait penjualan senjata dan anggaran yang ada, tidak menimbulkan persoalan tambahan, dapat diselesaikan dengan lancar sesuai jadwal. Inilah yang terpenting saat ini.”
Selain itu, Presiden AS Donald Trump yang dalam sepekan sebanyak 2 kali secara terbuka menyatakan akan berbicara dengan Presiden Taiwan mengenai isu penjualan senjata. Menanggapi hal tersebut, Karen Kuo menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan semua pihak.
Jika ada perkembangan terbaru, maka pihak Istana Kepresidenan akan menyampaikannya kepada publik, dan perkembangan selanjutnya akan dipantau dengan saksama.