Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) melaporkan bahwa gangguan tropis yang saat ini berada di perairan tenggara Filipina memiliki potensi untuk berkembang menjadi taifun nomor 6 tahun ini, yang akan dinamai Taifun Jangmi. Peramal cuaca CWA, Zheng Jie-ren (鄭傑仁), menyatakan bahwa sistem cuaca tersebut diperkirakan akan perlahan menguat menjadi depresi tropis pada hari Rabu (27/5) atau Kamis (28/5). Sebagian besar model prakiraan cuaca saat ini menunjukkan probabilitas tertinggi bahwa sistem ini akan bergerak ke arah utara melewati perairan Kepulauan Ryukyu menuju Jepang, meski perkembangannya masih memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Sebelum hal itu berdampak, wilayah Taiwan masih akan mengalami cuaca panas yang terik hingga pertengahan minggu. Zheng Jie-ren menjelaskan bahwa pada hari ini (26/5) hingga Rabu, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah akan didominasi oleh langit cerah hingga berawan dengan suhu udara yang tinggi.
Suhu maksimum harian diproyeksikan berada di atas 32C. Beberapa area spesifik seperti wilayah Taipei, lembah Hualien-Taitung, serta daerah pedalaman di bagian tengah dan selatan Taiwan bahkan berisiko mencatatkan suhu ekstrem mencapai 37C atau lebih.
Mengenai potensi ancaman Taifun Jangmi, pihak klimatologi menegaskan bahwa arah pergerakannya belum sepenuhnya pasti. Meskipun diprediksi tidak akan mendekati daratan Taiwan secara langsung, jarak lintasan sistem cuaca tersebut akan sangat menentukan kondisi cuaca domestik.
Jarak yang sedikit lebih dekat atau lebih jauh dapat memengaruhi intensitas front cuaca dan struktur awan hujan yang menyertainya. CWA akan terus memantau pergerakan gangguan tropis ini dan baru dapat memberikan prakiraan yang lebih stabil setelah sistem tersebut berkembang menjadi formasi yang lebih jelas.