CEO NVIDIA, Jensen Huang (黃仁勳) pada Senin kemarin (25/5) menyampaikan bahwa industri manufaktur Taiwan tengah berkembang pesat dan membutuhkan lebih banyak energi.
Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menyampaikan bahwa pemerintah tengah mendorong transisi energi tahap kedua. Langkah ini bertujuan untuk menyediakan energi yang memadai, memenuhi beragam kebutuhan, serta lebih bersih bagi sektor industri.
PM Cho mengemukakan bahwa peralihan dari PLT Batubara menjadi PLT Gas, tidak hanya akan memenuhi tuntutan kualitas udara, perlindungan lingkungan dan emisi nol bersih, tetapi juga akan meningkatkan efisiensi pembangkitan listrik.
Ia pun menegaskan bahwa pasokan listrik Taiwan akan tetap stabil dan aman hingga tahun 2032. Taipower telah berulang melakukan perhitungan yang cermat. Hingga tahun 2032, tidak akan terjadi fenomena kekurangan dalam memenuhi permintaan listrik.
Meskipun demikian, terkait PLT Nuklir konvensional yang ada di bawah UU Pengaturan Nuklir saat ini, pemerintah juga telah memasuki tahap pengujian. PM Cho menekankan bahwa Taiwan memikul tanggung jawab terhadap rantai industry dunia, sehingga pemerintah wajib menjamin ketersediaan pasokan listrik yang bersih, stabil dan aman.
Selain itu, menanggapi sorotan publik mengenai kapasitas pasokan listrik secara keseluruhan di masa mendatang, salah seorang pejabat Taipower, Huang Mei-lien (黃美蓮), menuturkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi bergulir dan penyempurnaan terhadap proyeksi permintaan listrik.
Huang Mei-lien juga menyebutkan bahwa kawasan Beitou Shilin Technology Park (BSTP) merupakan koridor teknologi inti yang vital di Taipei. Ke depannya, seiring dengan terbentuknya klaster industri kecerdasan buatan (AI) dan masuknya perusahaan-perusahaan terkait, permintaan listrik dipastikan akan melonjak drastis. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Taipower telah merancang infrastruktur listrik lebih awal untuk klaster industri AI BSTP.