Calon Taifun Jangmi diproyeksikan resmi terbentuk pada Rabu hari ini (27/5). Pakar klimatologi di Taiwan Lin Te-en (林得恩) memperingatkan bahwa intensitas badai ini berpotensi mencapai kategori sedang atau lebih tinggi. Meski probabilitas hantaman langsung ke daratan Taiwan mulai menyusut, masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai dampak tidak langsung yang ditimbulkannya.
Lin Te-en menjelaskan bahwa depresi tropis TD06 akan segera berevolusi menjadi Taifun Jangmi. Berdasarkan pemodelan cuaca, taifun ini memiliki struktur yang padat dengan pergerakan yang terarah. Setelah melewati perairan Taiwan, sistem cuaca ini diprediksi tidak akan menarik aliran udara barat daya yang signifikan.
Terkait lintasan pergerakannya, Taifun Jangmi diperkirakan akan mengikuti pola parabola menuju daratan atau perairan lepas pantai selatan Jepang. Pergerakan yang dipandu oleh medan aliran kemudi lingkungan ini diproyeksikan terjadi antara Selasa (2/6) hingga Rabu (3/6) pekan depan.
Tingkat kedekatan dan besaran dampak Taifun Jangmi terhadap Taiwan sangat bergantung pada dinamika tekanan tinggi Pasifik. Apabila perluasan tekanan tinggi ke arah barat menguat, posisi taifun akan semakin mendekati Taiwan. Sebaliknya, jika perluasan tersebut lemah, taifun akan lebih cepat berbelok ke timur laut menuju Jepang.
Kendati potensi dampak langsung menurun, efek sekunder dari Taifun Jangmi tetap memerlukan mitigasi. Mulai Minggu (31/5) hingga Selasa depan (2/6), perairan utara, tenggara, timur Taiwan, Selat Taiwan, dan Selat Bashi akan mengalami peningkatan kecepatan angin hingga skala 9 dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter, sehingga aktivitas melaut sangat tidak disarankan.