Komite Layanan Bersenjata DPR AS mengumumkan isi draf Undang-undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) anggaran keuangan 2027, mencakup pendanaan untuk “Inisiatif Kerja Sama Keamanan Taiwan” senilai US$1 milyar untuk membantu Taiwan dalam memperkuat pertahanan nasionalnya. Menteri Pertahanan Wellington Koo hari Rabu ini (27/5) saat diwawancarai mengatakan, Taiwan-AS akan bersama-sama membahasa bagaimana memanfaatkan sumber daya ini, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan secara menyeluruh.
Komite Layanan Bersenjata DPR AS pada hari Rabu ini (27/5) mengumumkan isi terkait Undang-undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) anggaran keuangan 2027, diantaranya termasuk Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional untuk Tahun Anggaran 2025, yang mengesahkan dana senilai US$1 milyar (setara dengan NT$31 milyar) dialokasikan untuk “Inisiatif Kerja Sama Keamanan Taiwan” (atau Taiwan Security Cooperation Initiative). Komite Layanan Bersenjata DPR AS memprediksikan peninjauan draf ini akan berlangsung pada tanggal 4 Juni mendatang.
Sebelum menghadiri sidang Yuan Legislatif untuk peninjauan rancangan undang-undang anggaran pertahanan khusus pada hari Rabu ini (27/5), Menteri Pertahanan Wellington diwawancarai dan menyampaikan, berdasarkan Inisiatif Kerja Sama Keamanan Taiwan di bawah naungan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA), usungan bantuan untuk keamanan Taiwan bukanlah “yang pertama kalinya”, sudah ada pengaturannya untuk tahun 2025 dan 2026. Menhan Wellington Koo mengatakan, “Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya kami menerima bantuan keamanan seperti itu, berdasarkan Inisiatif Kerja Sama Keamanan Taiwan di bawah naungan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional, telah ada pengaturan untuk tahun 2026 dan 2025. Kami mengapresiasi dukungan bipartisan dari AS yang konsisten dalam memberikan bantuan keamanan tersebut untuk memperkuat kemampuan pertahanan diri Taiwan. Baik Taiwan maupun AS akan membahas bagaimana memanfaatkan dana ini dengan baik untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan”.
Selain itu, berkaitan dengan Kementerian Pertahanan yang akan menjalani beberapa latihan penembakan riil di bagian selatan, masyarakat luar menyoroti apakah relevan dengan upaya pencegahan pendaratan tentara Tiongkok di kawasan pesisir.
Menhan Wellington Koo merespons, berkaitan dengan simulasi militer ini adalah pelatihan rutin, disesuaikan kemampuan tempur riil untuk setiap zona pertempuran, maka memilih lokasi yang tepat untuk menjalani pelatihan.