(Taiwan, ROC) -- Didorong ekspektasi jika konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera mereda, 3 indeks utama saham AS pada Kamis (28/5) kemarin kompak mencetak rekor penutupan tertinggi baru, dengan saham teknologi mencatat kenaikan paling signifikan.
Di kawasan Asia, pasar saham juga dibanjiri aksi beli. Indeks Nikkei Jepang sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah, sementara indeks saham Korea Selatan naik 2,12%.
Menurut pemberitaan media Jepang, indeks Nikkei pada Senin (25/5) baru saja mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah di level 65.158 poin.
Namun pada hari ini (29/5), tak lama setelah pembukaan perdagangan, indeks Nikkei kembali melonjak 1.348,71 poin ke level 66.041,83 poin dan kembali mencetak rekor baru. Hingga penutupan sesi pagi, indeks Nikkei tercatat naik 1.203,45 poin atau 1,86% menjadi 65.896,57 poin.
Di Korea Selatan, indeks saham gabungan KOSPI dibuka di level 8.384,31 poin, naik 199,02 poin dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya. Hingga sekitar pukul 10:53 waktu Taipei, indeks tercatat menguat 2,07% atau naik 169,79 poin ke level sementara 8.355,08 poin.
Sementara itu di Taiwan, pasar saham dibuka di level 43.815,48 poin, naik sebanyak 179,04 poin. Penguatan kemudian terus melebar, dengan indeks sempat menyentuh 44.670,04 poin pada sesi pagi, melonjak 1.033,6 poin atau lebih dari 1.000 poin.