Sebuah insiden tak masuk akal terjadi di MRT Taipei pada Senin kemarin (1/6) sekitar pukul 19.00. Seorang pria berkewarganegaraan Indonesia yang sedang dalam pengaruh alkohol dan menunggu kereta di peron Stasiun Zhuwei, diduga terlibat adu mulut sengit dengan istrinya melalui telepon. Dalam keadaan emosi, pria tersebut nekat melemparkan kopernya ke arah rel kereta api. Tindakan ini sontak membuat banyak penumpang di sekitarnya terkejut dan ketakutan.
Setelah menerima laporan dan tiba di lokasi, pihak kepolisian segera memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk melakukan pelacakan. Dalam waktu setengah jam, pria tersebut berhasil diamankan dan dibawa ke kantor polisi. Kasus ini selanjutnya dilimpahkan ke pihak berwenang untuk diselidiki lebih lanjut atas dugaan pelanggaran Pasal Bahaya Publik dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Dalam keadaan emosi, pria asal Indonesia nekat melemparkan kopernya ke arah rel kereta api. Tindakan ini sontak membuat banyak penumpang di sekitarnya terkejut dan ketakutan. Foto: YAHOO
Kesal Istri Terus Menelepon, Pria Lempar Koper ke Rel hingga Kereta Berhenti Darurat
Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka menerima laporan sekitar pukul 19.00 malam ini. Seorang pria WNI berusia 31 tahun yang sedang mabuk dan menunggu kereta di peron Stasiun Zhuwei, diduga merasa kesal karena istrinya terus-menerus meneleponnya.
Di tengah percakapan, ia kehilangan kendali atas emosinya dan langsung melemparkan koper ke arah rel, yang mengakibatkan sebuah kereta harus melakukan pengereman darurat. Beruntung, saat polisi tiba di lokasi, tidak ada korban luka, serta tidak ada kerusakan pada rel maupun kereta.
Sistem operasional MRT kembali normal pada pukul 19.39. Polisi kemudian memeriksa rekaman CCTV untuk melacak pelaku, dan berhasil menangkap pria tersebut dalam waktu setengah jam. Kasus ini telah dilimpahkan untuk diselidiki lebih lanjut berdasarkan tindak pidana bahaya publik menurut KUHP.
Sementara itu, Perusahaan MRT Taipei (TRTC) menjelaskan bahwa ketika sebuah kereta di Jalur Tamsui-Xinyi arah Xiangshan hendak memasuki Stasiun Zhuwei, seorang penumpang pria warga negara asing melemparkan koper dari area peron ke area rel.

Tidak lama, pelaku langsung diamankan oleh pihak kepolisian. Foto: UDN
Petugas operasional kereta yang menyadari hal tersebut segera melakukan pengereman darurat. Namun, setelah kereta berhenti, posisinya telah melewati koper tersebut. Pusat Pengendalian Operasi (OCC) segera menghubungi Polisi MRT dan layanan darurat 110, serta mengatur agar kereta melakukan patroli rel dengan kecepatan rendah. Selanjutnya, kepala stasiun ditugaskan turun ke rel untuk mengambil koper tersebut.
Selama proses penanganan, pengumuman di peron ditingkatkan, dan setelah dipastikan aman tanpa kendala, operasional kereta kembali berjalan normal.
TRTC menegaskan bahwa atas tindakan penumpang yang dengan sengaja membahayakan keselamatan publik, mengabaikan hak perjalanan penumpang lain, dan mengganggu operasional kereta tersebut, pihaknya akan menindak tegas.
Berdasarkan Pasal 50-1 Ayat 1 Butir 2 Undang-Undang MRT Massal mengenai tindakan memanipulasi peralatan stasiun atau kereta secara sembarangan, atau menghalangi operasional normal kereta, sistem kelistrikan, maupun peralatan sistem keselamatan, pelaku akan dikenakan sanksi denda mulai dari NT$10.000 hingga NT$1.000.000.