Terhitung mulai 1 Juni hingga 30 September, tarif listrik musim panas untuk pelanggan rumah tangga resmi diberlakukan oleh Perusahaan Listrik Taiwan, yakni Taipower. Lonjakan penggunaan pendingin ruangan akibat tingginya suhu udara menjadi faktor utama yang mendorong konsumsi listrik melonjak signifikan.
Berdasarkan data Taipower, rata-rata pemakaian listrik rumah tangga selama musim panas tahun lalu mencapai 418 kilowatt-jam per bulan, atau naik hampir 40% dibandingkan bulan-bulan biasa yang hanya mencatatkan rata-rata 308 kWh. Akibatnya, tagihan listrik bulanan rata-rata membengkak sekitar NT$446. Untuk pelanggan tegangan tinggi, periode tarif musim panas berlaku lebih panjang, yakni sejak 16 Mei hingga 15 Oktober.
Kebijakan tarif musim panas ini bukan hal baru. Taipower telah menerapkannya sejak 1989, dengan tujuan mencerminkan keadilan biaya pasokan sekaligus mendorong efisiensi penggunaan energy, yang mana ini sejalan dengan praktik serupa yang diterapkan di Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.
Dasar penerapannya sederhana, pada musim panas, Taipower harus mengoperasikan pembangkit listrik dengan biaya produksi lebih tinggi untuk memenuhi lonjakan beban puncak. Biaya tambahan itulah yang kemudian tercermin dalam penyesuaian tarif.
Meski masyarakat kerap merasakan tagihan listrik melonjak tajam saat musim panas, Taipower menjelaskan bahwa sebagian besar kenaikan tersebut sebenarnya bukan berasal dari penyesuaian tarif.
Dari total kenaikan NT$446, sekitar NT$326 atau 73% murni disebabkan oleh peningkatan volume pemakaian sebesar 110 kWh. Sementara kenaikan yang benar-benar berasal dari penyesuaian tarif musim panas hanya sekitar NT$120 atau 27%.Taipower menilai, membandingkan tagihan dengan periode yang sama tahun lalu jauh lebih akurat ketimbang membandingkannya dengan bulan sebelumnya yang belum terdampak cuaca panas.
Dalam skema tarif progresif terbaru, Taipower membagi perhitungan tagihan ke dalam enam tingkatan konsumsi. Satu ketentuan penting yang perlu diperhatikan, masing-masing pemakaian kebutuhan dasar di bawah 120 kWh tetap dibekukan di angka NT$1,78 per kWh, tidak mengalami perubahan.
Di atas ambang batas tersebut, tarif berjenjang mulai berlaku, NT$2,55 untuk pemakaian 121 hingga 330 kWh, NT$3,80 untuk 331 hingga 500 kWh, NT$5,14 untuk 501 hingga 700 kWh, dan NT$6,44 untuk 701 hingga 1.000 kWh.
Bagi rumah tangga dengan konsumsi listrik yang melampaui 1.000 kWh per bulan, tarif tertinggi sebesar NT$8,86 per kWh akan diberlakukan. Taipower mengimbau masyarakat untuk memantau pemakaian listrik secara berkala dan memanfaatkan fitur penghematan energi pada perangkat elektronik, terutama AC, guna menekan tagihan selama empat bulan ke depan.
Skema tarif progresif ini dirancang agar konsumen dengan pemakaian rendah tetap terlindungi, sementara konsumen dengan konsumsi tinggi menanggung beban biaya yang lebih proporsional.