Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Perundingan Batas Wilayah Laut Jepang-Filipina, Kemenlu: Tidak Boleh Merugikan Kedaulatan Taiwan

02/06/2026 14:51
Penulis & Editor: Farini Anwar
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) telah meminta kantor perwakilan Taiwan di Jepang dan Filipina untuk memperoleh rincian mengenai delimitasi wilayah maritim tersebut. (Foto: Rti)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) telah meminta kantor perwakilan Taiwan di Jepang dan Filipina untuk memperoleh rincian mengenai delimitasi wilayah maritim tersebut. (Foto: Rti)

Menanggapi dimulainya perundingan antara Jepang dan Filipina mengenai penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinen, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) dalam tanggapannya kepada media pada hari ini (2/6) menyatakan, MOFA telah meminta kantor perwakilan Taiwan di Jepang dan Filipina untuk menghubungi pemerintah setempat guna memperoleh rincian mengenai delimitasi wilayah maritim tersebut.

 

Hsiao juga menyerukan agar Jepang dan Filipina mempertimbangkan wilayah ZEE Taiwan selama proses negosiasi berlangsung, serta tidak merugikan hak dan kepentingan Taiwan. Jepang dan Filipina telah memutuskan untuk memulai perundingan mengenai batas maritim ZEE dan landas kontinen dengan tetap mematuhi hukum internasional yang relevan serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).

 

MOFA menyambut baik pendekatan penyelesaian isu maritim melalui dialog damai dan kepatuhan terhadap norma hukum internasional. Taiwan juga berharap jika Taiwan, Jepang, dan Filipina dapat bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan, serta perlindungan ekosistem laut.

 

Jubir Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengemukakan, kedaulatan wilayah Taiwan serta hak-hak berdaulat yang diakui berdasarkan hukum internasional tidak dapat dipertanyakan. Dirinya menegaskan jika proses negosiasi delimitasi antara Jepang dan Filipina seharusnya dilakukan melalui konsultasi dengan pihak Taiwan.

Jubir Hsiao menegaskan, Taiwan telah menandatangani perjanjian perikanan dengan Filipina dan Jepang secara terpisah. Oleh karena itu, Taiwan akan terus melanjutkan konsultasi mengenai isu maritim berdasarkan fondasi tersebut, guna melindungi hak dan kepentingan para nelayan Taiwan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解