Setelah pertemuan Trump-Xi, arah kebijakan AS terhadap Taiwan menjadi sorotan. Menteri Luar Negeri AS Marco Antonio Rubio mengatakan, dalam sidang kongres kemarin (2/6) kebijakan pemerintah AS terhadap Taiwan tetap tidak berubah. Ia mencatat bahwa Tiongkok jelas berharap adanya penyesuaian dalam pernyataan AS, tetapi AS belum melakukan perubahan apa pun. Ia juga mengatakan, penjualan senjata senilai US$14 milyar ke Taiwan tetap masih dalam peninjauan.
Presiden AS Donald Trump mengunjungi Tiongkok pada pertengahan Mei dan bertemu dengan Presiden Xi Jin-ping. Menlu AS Marco Antonio Rubio adalah salah satu pejabat yang mendampinginya. Setelah pertemuan Trump-Xi, Trump menyampaikan, ia telah membahas penjualan senjata ke Taiwan dengan Xi Jin-ping, juga menyampaikan keputusan tentang penjualan senjata gelombang baru ke Taiwan akan segera diputuskan, masih menyebut penjualan senjata adalah alat tawar-menawar yang baik.
Menlu AS Marco Antonio Rubio kemarin (2/6) dalam rapat dengar pendapat Komite Hubungan Luar Negeri Senat terkait anggaran Kementerian Luar Negeri, ketika ditanyai tentang Taiwan, ia tegaskan bahwa, selama dan setelah kunjungannya ke Tiongkok, kebijakan AS terhadap Taiwan tetap tidak berubah. Ia percaya bahwa Tiongkok jelas ingin melihat perubahan dalam pernyataan AS, tetapi dalam hal ini, AS belum melakukan perubahan apa pun.
Mengenai penjualan senjata senilai US$14 milyar kepada Taiwan, Menlu Marco Rubio mengatakan, saat ini masih dalam tahap peninjauan.
Ia juga mengemukakan, pemerintahan Trump 2.0 menyetujui penjualan senjata senilai US$11 milyar untuk Taiwan pada Desember lalu, ini merupakan “penjualan senjata terbesar ke Taiwan sepanjang sejarah”, melebihi jumlah total yang dijual selama masa jabatan 4 tahun pemerintahan Joe Biden.
Ia mengatakan, skala penjualan senjata ini sangat besar dan menarik perhatian hingga memicu “tindakan provokatif “ dari Tiongkok, dan melakukan beberapa tindakan intervensi.
Menlu AS Marco A. Rubio menekankan, AS ingin mempertahankan status quo dan inilah yang menjadi arah kebijakan AS, dan hubungan yang rumit yang perlu diseimbangkan.
Marco A. Rubio mengatakan, kebijakan kami terhadap Taiwan tidak berubah, kunjungan kali ini juga tidak memberikan perubahan. Sebelum pertemuan Trum—Xi, masyarakat luar memprediksikan seharusnya ada perubahan dalam pernyataan terkait Taiwan, dari AS “tidak mendukung” Taiwan berdaulat berubah menjadi “menentang” Taiwan berdaulat.