Tingkat prevalensi dialisis di Taiwan terus berada di angka yang tinggi. Asosiasi Kesejahteraan Yuan Legislatif dan Yayasan Kesejahteraan membentuk Komite Promosi Kebijakan Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ginjal Kronis, sekaligus merilis Buku Panduan Kebijakan Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ginjal Kronis Nasional 2026 pada awal Juni ini. Mereka mendesak pemerintah untuk mendorong kebijakan tingkat nasional dalam pencegahan penyakit ginjal.
Melalui strategi skrining, diagnosis, klasifikasi, pemantauan, dan pengobatan, diharapkan risiko pasien yang harus menjalani dialisis dapat ditekan, guna mencapai tujuan ganda, masing-masing mempercepat penurunan jumlah pasien dialisis baru dan meringankan beban Asuransi Kesehatan Nasional.
Tingkat prevalensi dialisis di Taiwan menempati posisi teratas dunia, dengan penambahan sekitar 12.000 pasien baru setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa pencegahan dan pengobatan penyakit ginjal kronis sudah sangat mendesak. Oleh karena itu, Asosiasi Kesejahteraan Yuan Legislatif dan Yayasan Kesejahteraan mengumumkan pembentukan komite bersangkutan dan merilis buku panduan kebijakan. Mereka mengimbau pemerintah untuk mengonsolidasikan sumber daya nasional untuk membentuk Kantor Proyek Penyakit Ginjal Tingkat Nasional, guna meningkatkan aksesbilitas pengobatan dan mewujudkan perawatan berjenjang.
Selain itu diperlukan pengujian presisi dan pembentukan sistem peringatan dini. Ketiga aspek ini menempatkan penurunan jumlah pasien dialisis baru sebagai KPI inti dalam pencegahan. Dengan mendorong kebijakan tingkat nasional ini, perawatan penyakit ginjal diharapkan bertransformasi dari sekedar menunda perburukan menjadi meredakan penyakit, sehingga tujuan ganda penurunan pasien baru dan peringatan beban asuransi kesehatan dapat tercapai.
Anggota Yuan Legislatif dari Partai Progresif Demokratik (DPP) sekaligus dari Wakil Ketua Asosiasi Kesejahteraan, Wang Cheng-hsu (王正旭), menyatakan bahwa begitu penyakit ginjal memburuk ke tahap akhir, pasien harus bergantung pada dialisis untuk bertahan hidup.
Kondisi ini menempatkan mereka dalam masa hidup yang tidak sehat dan memicu pengeluaran medis yang sangat besar. Oleh karena itu, memasukkan pengurangan masa hidup tidak sehat ke dalam inti pencegahan penyakit ginjal kronis dan memperbesar investasi kesehatan di tahap awal adalah cara yang benar-benar dapat membantu pasien menghindari dialisis, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat.