Presiden Lai Ching-te belum lama ini mengumumkan strategi 18 langkah dalam menghadapi populasi penduduk Taiwan, di antaranya adalah memperpanjang waktu cuti melahirkan hingga 12 minggu. Kementerian Ketenagakerjaan menyampaikan, selain cuti melahirkan, di kedepannya untuk mereka yang mengalami keguguran dengan usia kandungan di bawah 3 bulan juga bisa mendapatkan cuti di mana pemerintah akan memberikan fasilitas gaji penuh.
Beberapa waktu lalu Istana Presiden mengumumkan 18 langkah “Strategi Baru Penanggulangan Populasi Taiwan - Bab Dukungan Keluarga” bertujuan untuk memberikan bantuan di lima bidang yaitu persalinan dan pengasuhan anak yang aman, peningkatan layanan penitipan anak, peningkatan pendidikan, lingkungan kerja yang ramah, dan pengurangan tekanan perumahan, termasuk di dalamnya cuti melahirkan dari 8 minggu menjadi 12 minggu, dan gaji cuti selama cuti untuk penambahan cuti ini ditanggung pemerintah.
Berdasarkan peraturan, karyawan perempuan selama 8 minggu sebelum dan sesudah melahirkan serta mereka yang mengalami keguguran setelah 3 bulan kehamilan, maka dapat meminta cuti melahirkan dan pemberi kerja tidak boleh menolak atau menganggap waktu cuti ini sebagai ketidakhadiran sehingga memengaruhi bonus, prestasi kerja atau hal lain yang merugikan, tetapi karyawan bersangkutan tidak dapat meminta gaji kepada pemberi kerja.