(Taiwan, ROC) - Rektor Universitas Shih Hsin (世新大學), Chen Ching-ho (陳清河) pada Jumat (5/6) kemarin mengumumkan akan mengambil cuti tanpa gaji selama dua bulan setelah menuai kritik atas pernyataannya kepada para wisudawan yang dianggap mengarah pada ajakan bunuh diri.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial pada Jumat (5/6), Chen mengakui kurang berhati-hati kala menyampaikan pidato lantaran jadwal yang padat. Dirinya menjelaskan jika maksud dari ucapannya tersebut adalah untuk mendorong para lulusan meningkatkan kemampuan mengelola kehidupan dan pekerjaan, tetapi pesannya tidak tersampaikan dengan jelas.
Kontroversi bermula saat upacara wisuda program magister dan doktoral pada 30 Mei lalu. Dalam pidatonya, Chen menekankan pentingnya manajemen waktu dan pengendalian emosi setelah memasuki dunia kerja. Namun, dirinya juga menyebutkan bahwa mereka yang tidak mampu melakukannya sebaiknya "segera mengakhiri diri / 趕快結束自己" karena "dunia ini tidak lagi membutuhkan keberadaan Anda."
Pernyataan tersebut sontak memicu kritik karena dianggap merujuk pada bunuh diri.
Chen kemudian menyampaikan permintaan maaf atas "ucapan yang tidak pantas” tersebut dan mengumumkan jika cuti tanpa gajinya akan mulai berlaku pada Senin (8/6). Dirinya juga berjanji ke depannya akan melakukan refleksi serta lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan.
Pihak Universitas Shih Hsin juga turut menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Selama Rektor Chen menjalani cuti, Wakil Rektor universitas Lin Heng-chih (林恒志) akan menjabat sebagai rektor sementara.
***Bunuh diri bukanlah jalan keluar dan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta orang-orang terdekat.
Saat menghadapi tekanan atau kesulitan, jangan ragu untuk mencari bantuan dan berbicara dengan orang yang dipercaya.
Sayangi nyawa dan kehidupan Anda. Saluran Konseling dan Pencegahan Bunuh Diri: 1925, atau 1995.