(Taiwan, ROC) - Presiden Lai Ching-te (賴清德) menemui perwakilan "Korps Relawan Perdamaian Pemuda Luar Negeri" di Kantor Kepresidenan pada hari Senin (8 Juni), memberikan semangat kepada para relawan muda dengan menyatakan bahwa menghadapi tantangan dan kesulitan akan membantu mereka menemukan potensi di luar imajinasi mereka, merasakan makna sejati dari "memberi lebih diberkati daripada menerima," dan belajar untuk mendengarkan serta lebih toleran.
Presiden juga memberikan berkat khusus kepada para relawan muda yang akan melakukan perjalanan ke negara sahabat Eswatini, menekankan bahwa Eswatini adalah Swis-nya Afrika, sekutu yang ramah, dan negara yang layak dikunjungi oleh kaum muda.
Menurut Lai, sebuah kelompok sukarelawan yang terdiri dari 975 anak muda, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, akan melakukan perjalanan ke Asia, Afrika, dan Eropa musim panas ini untuk terlibat dalam layanan luar negeri dan digital, menyebarkan antusiasme dan kebaikan hati ke 20 negara di berbagai pelosok dunia.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, "Di hari-hari mendatang, kalian akan mengukur dunia dengan kaki kalian sendiri, melayani orang lain dengan tangan kalian sendiri, dan terhubung dengan berbagai budaya dengan hati kalian yang paling tulus. Baik itu mengajar di daerah pedesaan, memberikan perawatan medis pokok, melakukan pemberdayaan digital, atau berada di garis depan pertukaran budaya, kalian adalah perwujudan terbaik dari upaya memperdalam hubungan dengan dunia atas nama Taiwan. Saya percaya bahwa ketika anak muda merangkul impian mereka dan berharap untuk mendunia, pemerintah harus mengulurkan tangan dan mendorong mereka untuk dengan berani mengejar impian di luar negeri."
Kepala negara selanjutnya menjelaskan bahwa tahun lalu, lebih dari 1.400 anak muda mendaftar untuk mengikuti Dana Realisasi Impian Luar Negeri untuk Pemuda sebesar NT$10 miliar, dan tahun ini program tersebut telah diperluas untuk menawarkan lebih dari 3.000 kesempatan untuk mengunjungi lembaga, organisasi, LSM, dan bisnis di lebih dari 50 negara, atau untuk memperluas wawasan mereka di tempat-tempat yang ingin mereka pelajari.
Presiden juga menyebutkan bahwa Undang-Undang Pokok untuk Pemuda telah selesai disusun, bertujuan menjamin perlindungan hak-hak pemuda melalui lembaga-lembaga nasional.