(Taiwan, ROC) - Memasuki hari kedua kunjungan resmi lima hari ke negara sahabat Republik Palau di Samudra Pasifik, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) melakukan perjalanan dengan perahu pada pagi hari tanggal 7 ke Situs Warisan Dunia UNESCO Palau, termasuk Laguna Selatan Kepulauan Rock dan Pulau Peleliu, di antara situs alam dan sejarah lainnya.
Pada sore hari, Hsiao mengadakan perlawatan ke Negara Bagian Peleliu dan mengunjungi Museum Peringatan Perang Dunia II; dan malamnya, ia menghadiri jamuan makan malam penyambutan yang diselenggarakan oleh Presiden Palau, Surangel Whipps, Jr.
Dalam pidatonya pada jamuan makan malam tanggal 7, Wapres pertama-tama menyatakan bahwa ia membawa salam hangat dari Presiden Lai Ching-te dan rakyat Taiwan dalam perjalanannya. Menurut Hsiao, Presiden Lai mempercayakan tiga tugas kepadanya. Yang pertama adalah memperdalam persahabatan yang erat antara rakyat kedua negara; yang kedua adalah mendorong lebih banyak wisatawan Taiwan untuk menjadikan Palau sebagai tujuan wisata utama mereka; dan yang ketiga adalah mengunjungi dan menyaksikan berbagai proyek penting kerja sama yang solid antara Taiwan dan Palau.
Hsiao juga mengambil kesempatan untuk berterima kasih kepada Palau karena telah berulang kali membela Taiwan di panggung internasional; juga menyatakan harapannya bahwa kerja sama Taiwan-Palau akan berkembang seiring waktu.
Wakil Presiden Hsiao mengatakan, "Seperti rakyat Palau, rakyat Taiwan juga merupakan rakyat kepulauan. Ketika kita memandang ke Samudra Pasifik, dengan pikiran terbuka, perspektif luas, dan kehangatan serta antusiasme yang membanggakan, kita dapat bekerja sama untuk membuktikan kepada dunia bahwa Taiwan dan Palau adalah kekuatan niat baik yang sangat diperlukan dalam komunitas internasional."
Sementara itu, melalui sambutannya, Presiden Surangel Whipps, Jr. berharap Taiwan dapat meningkatkan penerbangan ke Palau dari empat penerbangan per minggu menjadi satu penerbangan per hari, dan mendorong maskapai penerbangan lain untuk mempertimbangkan pembukaan rute, bahkan menambahkan penerbangan langsung dari Kaohsiung ke Palau, untuk mendorong lebih banyak warga Taiwan mengunjungi Palau.
Presiden Whipps, Jr. menekankan bahwa hubungan yang semakin kuat antara Palau dan Taiwan utamanya adalah karena Taiwan dan Palau memiliki kepentingan bersama dan, yang lebih penting, bersama-sama menjunjung tinggi tatanan internasional berbasis aturan dan visi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Ia juga menekankan bahwa jika kedaulatan dan eksistensi Taiwan tidak dihormati, kedaulatan negara-negara kecil, termasuk Palau, juga dapat terancam. Oleh karena itu, ia berharap Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara lain dapat maju untuk membela kebebasan, demokrasi, dan supremasi hukum.