Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon mengelar penjelasan bersama kembali mendukung perdamaian dan kestabilan Selat Taiwan usai penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi pada tanggal 6 Juni. Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung pada tanggal 8 Juni merespons dengan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya, ini merupakan kelanjutan setelah Agustus tahun lalu di mana perdana menteri Australia dan Selandia Baru kembali menyampaikan posisi yang sama memberikan dukungan bagi perdamaian dan kestabilan, juga setelah “Pertemuan Gabungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Australia dan Selandia Baru” pada Maret kemarin, kali ini kedua pemerintah kembali menyampaikan pentingnya kestabilan perdamaian Selat Taiwan.
Kementerian Luar Negeri menegaskan, Australia dan Selandia Baru semua adalah mitra penting di kawasan Indopasifik dalam nilai kebebasan demokrasi, pemerintah Taiwan juga menyambut kedua negara dan negara-negara demokrasi lainnya yang memerhatikan dan menegaskan pentingnya kestabilan perdamaian Selat Taiwan, Taiwan juga akan terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara berkesepahaman serupa untuk bersama-sama menjaga kesetabilan, perdamaian dan kemakmuran kawasan
Australia dan Selandia Baru juga menyampaikan suara keprihatinan di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) atas memanasnya situasi di laut timur dan laut selatan termasuk aktivitas militer yang semakin intensif di laut selatan, serta mengimbau kepada semua pihak untuk mematuhi prinsip-prinsip hukum internasional seperti Konvensi PBB tentang Hukum Laut dan menyelesaikan sengketa maritim melalui cara-cara damai.