Ledakan gas terjadi pada pagi hari ini (9/6), bertempat di sebuah bangunan tempat tinggal di Gaocui Road, Kota Hsinchu dan menyebabkan korban jiwa dengan dampak sekitar 8 rumah tangga dan 18 penghuninya. Empat orang korban tercatat mengalami luka, 2 di antaranya mengalami henti jantung (OHCA), dan meninggal dunia meski telah dilarikan ke rumah sakit.
Presiden Lai Ching-te (賴清德) menyampaikan belasungkawa dan duka cita mereka melalui Facebook, berterima kasih kepada petugas pemadam kebakaran di garis depan yang berani bertindak dalam krisis tersebut. Presiden Lai menyampaikan, beliau telah menginstruksikan kementerian terkait di tingkat pusat dan pemerintah daerah untuk bekerja sama, membantu warga yang terdampak dalam relokasi dan pembangunan kembali.
Presiden menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para polisi, petugas pemadam kebakaran, petugas medis, dan petugas penyelamat atas tindakan mereka yang berani melindungi keselamatan masyarakat selama momen-momen paling kritis, saat banjir Sungai Hualien maupun ledakan gas di Hsinchu.
Selain presiden, terkait dengan ledakan gas di Kota Hsinchu, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴), yang sedang memimpin delegasi ke negara sahabat diplomatik Palau, dalam sebuah wawancara hari ini (9/6) turut menyatakan keprihatinannya dan berterima kasih kepada para petugas penyelamat di garis depan. Di sisi lain, hujan deras menyebabkan Sungai Matai’an di Hualien meluap, menyeret seorang mandor konstruksi bermarga Teng (鄧) bersama dengan kendaraannya kemarin (8/6). Setelah terjebak selama 16 jam, ia berhasil diselamatkan pagi ini.
Wakil Presiden Hsiao menyatakan, bahwa Taiwan dengan pegunungan tinggi dan arus air deras, dapat menghadapi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim, sehingga membutuhkan pengembangan kemampuan pencegahan dan penangggulangan bencana yang cepat, yang selalu diharapkan Taiwan untuk dibagikan ke negara-negara sahabat.