Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Berdalih Penegakan Hukum, Tiongkok Terapkan Ekspansi Militer, Menlu Lin Chia-lung: Niat Menciptakan “Normalisasi Baru”

10/06/2026 13:43
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Berdalih Penegakan Hukum, Tiongkok Terapkan Ekspansi Militer, Menlu Lin Chia-lung: Niat Menciptakan “Normalisasi Baru” (Foto: Rti)
Berdalih Penegakan Hukum, Tiongkok Terapkan Ekspansi Militer, Menlu Lin Chia-lung: Niat Menciptakan “Normalisasi Baru” (Foto: Rti)

Berkaitan dengan otoritas Tiongkok yang mengaktifkan “Operasi Khusus di Perairan Timur Taiwan”, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung pada hari Rabu ini (10/6) saat sidang interpelasi Yuan Legislatif menyampaikan, dengan berdalih penegakan hukum, Tiongkok melakukan ekspansi militer, tindakan demikian selain merusak status quo, juga mencoba menciptakan “normalisasi baru” dalam kawasan regional. Sehubungan dengan ini, maka Taiwan bersama negara-negara berpandangan sepaham harus menanggapinya, secara bersamaan, mengimbau komunitas internasional untuk menghadang ekspansi militer Tiongkok.

Kementerian Luar Negeri(MOFA) mengatakan, Kementerian Perhubungan Tiongkok pada tanggal 6 Juni malam hari mengumumkan “Operasi Khusus di Perairan Timur Taiwan”, tidak henti-hentinya mengintervensi perairan timur Taiwan, bahkan selama 7-9 Juni secara ilegal menganggu kebebasan pelayaran kapal kargo di sekitar perairan Taiwan. Berkaitan dengan Tiongkok yang menginvasi kedaulatan Taiwan, Kemenlu mengecam keras tindakan ilegal yang menganggu kapal-kapal di laut.

Menlu Lin Chia-lung mengatakan, Republik Tiongkok dan Republik Rakyat Tiongkok tidak saling berafiliasi, Tiongkok tidak berhak mengintervensi kedaulatan dan yuridiksi perairan timur Taiwan. Menlu Lin Chia-lung mengatakan, “Ekspansi militer Tiongkok tidak hanya saja merusak status quo, tetapi juga berkeinginan menciptakan normalisasi baru, ini adalah pembuat onar yang merusak status quo, maka Taiwan dan negara-negara yang berpandangan sepaham harus menanggapinya. Kami juga mengimbau kepada komunitas internasional untuk bersama-sama menghadang ekspansi militer Tiongkok, yang berupaya memperluas jangkauan dari Selat Taiwan ke rantai pulau pertama, bahkan hingga ke rantai pulau kedua di Samudra Pasifik”.

Menlu Lin Chia-lung mengatakan, di masa depan Jepang dan Filipina berkemungkinan akan menggelar pembahasan penetapan batas zona ekonomi eksklusif dan lapisan landas kontinental, yang berkaitan dengan ekonomi perairan dan kedaulatan perikanan, tidak melibatkan kedaulatan dan yurisdiksi Taiwan, lagipula Jepang dan Filipina telah memberitahu kepada Taiwan, maka dalam hal ini, tidak akan memengaruhi kepentingan Taiwan dan hak kepentingan operasional nelayan juga semakin terjamin. Menlu Lin Chia-lung mengatakan, “Kami selalu menjalin komunikasi baik dan saling berkoordinasi, tidak hanya sekedar kesepakatan hak penangkapan ikan, Jepang dan Filipina telah memberitahu kepada kami, Filipina juga menyampaikan untuk pertama kalinya melakukan pembahasan zona ekonomi dengan Jepang dan tidak melibatkan Taiwan”.

Mengenai opini publik dan perkembangannya di dalam negeri, Menlu Lin Chia-lung berharap berbagai pihak tidak terperangkap masuk dalam kerangka naratif Tiongkok yang berkedok “penegakan hukum palsu, perluasan kekuasaan riil”, semestinya dapat menghindari manipulasi perang kognitif dari Tiongkok.

Selain itu, berkaitan dengan Ketua KMT Cheng li-wun di AS yang mengungkit “niat baik” dari Xi Jin-ping, Menlu Lin Chia-lung merespons, sikap nyata dari Xi Jin-ping hanya ingin mencaplok Taiwan, semestinya tidak ada yang boleh percaya dengan perkataan ada “niat baik”.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解