Wakil Presiden Hsiao Bi-khim dengan perjalanan “Proyek Khusus Palau” telah memasuki masa akhir, dalam acara jamuan teh pada pagi hari tanggal 10 waktu setempat, Hsiao Bi-khim bersama berbagi hasil kunjungan kali ini dengan rombongan media. Beliau menyampaikan, tidak hanya kerja sama pemerintah, pertukaran masyarakat sipil juga terasa sangat kental, dari pelatihan bisbal, pemeriksaan kesehatan klinik, dan keikutsertaan LSM, semua dapat terlihat keikutsertaan pemerintah dan masyarakat Taiwan yang terjun ke dalamnya, memperlihatkan kebaikan Taiwan. Sambil tertawa Hsiao Bi-khim mengatakan, selama beberapa hari ini tidak henti-hentinya “berbagi kasih” dengan Palau, bingkisan “Coklat teman baik Taiwan dan Palau” sebanyak 600 bungkus hampir habis dibagikan, rakyat Palau terhadap Taiwan sangat antusias dan mendukung.
Dalam jamuan teh pada pagi hari ini (10/6) bersama rombongan media Palau dan media yang turut dalam perjalanan ini, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menyampaikan, sangat merasa terhormat kali ini menerima kuasa dari Presiden Lai Ching-te untuk mewakili Taiwan melakukan perjalanan “Diplomatik Makmur” dengan 3 tanggung jawab utama yaitu memperdalam persahabatan, membantu mempromosikan pariwisata Palau dan menyaksikan hasil kerja sama Taiwan dan Palau. Hsiao Bi-khim menegaskan, hubungan Taiwan dan Palau tidak hanya kerja sama antar pemerintah melainkan jalinan budaya dan pertukaran kasih masyarakat sipil kedua belah pihak cukup kental.
Wapres Hsiao menyampaikan, agenda kunjungan kali ini sangat akrab, antusias dan dukungan dari masyarakat Palau langsung terasa begitu tiba di Palau. Selain Presiden Palau Surangel Samuel Whipps Jr yang menemani kunjungan ke tempat bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat, rombongan juga melakuan pertukaran dengan pemimpin masyarakat adat, pejabat pemerintah, orang-orang di dunia medis dan pendidikan, persahabatan kedua belah pihak terlihat sangat kental.
Wapres Hsiao menegaskan, mempromosikan pariwisata merupakan kerja sama yang sangat diharapkan dari pihak Palau. Hsiao Bi-khim menyampaikan, selain pariwisata kekayaan laut, diving dan snorkeling yang terkenal, juga ada wisata lintas alam, wisata ekosistem dan budaya yang tidak kalah menarik. Oleh karena itu beliau secara khusus mencoba “menginjakkan kaki”, menggunakan waktu pagi untuk berjalan ke jalan setapak merasakan langsung, berharap dengan demikian dapat mendalami objek-objek wisata mana yang cocok dengan masyarakat Taiwan. Ia beranggapan, masyarakat Taiwan yang gemar memanjat gunung lintas alam, apabila dipadukan dengan lingkungan alami dan keunikan budaya Palau, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata yang lebih mendalam di Palau.
Membicarakan hasil kerja sama Taiwan dan Palau, Wapres Hsiao Bi-khim menyampaikan, kerja sama kedua belah pihak sangat luas, mencakup medis, pembangunan konstruksi infrastruktur dan jalan, kerja sama teknik perikanan, digitalisasi dan pendidikan serta pertukaran bahasa dan lainnya. Sementara itu, selain kerja sama antar pihak pemerintah, beliau juga menyaksikan diplomasi perangkat lunak dari masyarakat Taiwan melalui pendidikan olahraga, medis dan lainnya.
Wapres Hsiao Bi-khim juga membeberkan bahwa ia sendiri mencoba mendalami budaya dan pemandangan setempat, selama beberapa hari ini terus “berbagi kasih” dengan Palau, suaranya sampai agak serak, dan lagi bingkisan “Coklat teman baik Taiwan dan Palau” sebanyak 600 bungkus hampir habis dibagikan.
Wapres Hsiao Bi-khim mengatakan, “Banyak lembaga masyarakat, banyak ormas yang juga memberikan kontribusi selain pemerintah, secara keseluruhan menghadirkan Taiwan Can Help, menunjukkan kekuatan diplomatik kebaikan Taiwan. Secara keseluruhan dapat dikatakan, kami menyaksikan begitu banyak persahabatan antara Taiwan dan Palau.”
Bersamaan dengan itu, Wapres Hsiao juga menunjukkan, Palau dan Taiwan memiliki kesamaan dalam menghadapi tantangan kekurangan anak dan pelestarian budaya dan lainnya, oleh karena itu berharap di ke depannya dalam melalui program “Taiwan Global Pathfinders Initiative”, mempromosikan pertukaran budaya kaum muda masyarakat adat Taiwan dan kaum muda Palau, memperdalam saling memahami satu sama lain.
Selain itu Wapres Hsiao Bi-khim pada akhir juga menyampaikan, Agustus nanti Palau akan menyelenggarakan Pacific Island Forum (PIF), Taiwan juga berharap dapat memamerkan hasil kerja sama Taiwan dan Palau dalam forum ini, berbagi kontribusi dan pengalam profesional Taiwan kepada lebih banyak negara-negara di Samudera Pasifik, meningkatkan semangat “Taiwan Can Help”.