Forum Kepulauan Pasifik (PIF) tahun ini diselenggarakan di Palau, dan publik menaruh perhatian pada status apa yang akan digunakan Taiwan untuk berpartisipasi. Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴), yang tengah memimpin delegasi ke Palau, saat berbincang dengan media pendamping menyatakan bahwa Taiwan selama ini aktif berpartisipasi dalam PIF, tetapi dapat diprediksi masih akan menghadapi berbagai bentuk hambatan dan tekanan dari Tiongkok.
Wakil Presiden menyoroti bahwa Taiwan akan berusaha mempertahankan partisipasinya dalam bentuk Mitra Pembangunan, dan Beliau yakin hal ini akan mendapat pengakuan serta dukungan dari negara-negara lain yang memiliki pandangan serupa.
Forum PIF tahun lalu yang diadakan di Kepulauan Solomon melarang sebagian besar mitra dialog dan mitra pembangunan untuk hadir, termasuk Taiwan, akibat adanya tekanan dari Tiongkok. Tahun ini, forum tersebut akan diselenggarakan oleh negara sahabat diplomatik Taiwan, yakni Palau.
Wakil Presiden Hsiao Bi-khim yang memimpin delegasi mengunjungi Palau, mengadakan jamuan teh bersama media pendamping pada Rabu pagi hari ini (10/6). Media kemudian menanyakan status apa yang akan digunakan Taiwan untuk berpartisipasi tahun ini.
Wapres Hsiao Bi-khim menyatakan bahwa Taiwan setiap tahun sangat aktif berpartisipasi dalam PIF, tetapi sudah dapat diprediksi bahwa pihaknya masih akan menghadapi berbagai macam hambatan dan tekanan dari Tiongkok. Meskipun demikian, ia berpendapat bahwa Taiwan akan mempertahankan format partisipasi seperti di periode-periode sebelumnya, yakni Mitra Pembangunan, dan juga akan mendapat dukungan dari banyak negara sepaham.
Beliau juga menyoroti bahwa meskipun menghadapi berbagai bentuk tekanan dari Tiongkok yang berupaya mengerdilkan atau membatasi partisipasi Taiwan, tetapi tuan rumah tahun ini, yakni Palau, sangat mendukung Taiwan. Presiden Palau, Surangel Whipps Jr. juga telah berulang kali menekankan bahwa tidak peduli besar atau kecilnya sebuah negara, semuanya harus dihormati.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) juga akan menyusun rencana lebih lanjut, dengan harapan dapat memanfaatkan ajang PIF agar lebih banyak negara Pasifik yang mengenal hasil kerja sama antara Taiwan dengan Palau, serta menjadikannya sebagai sorotan baru.
Di lain pihak, Wakil Menteri Luar Negeri, Baushuan Ger (葛葆萱), yang turut serta dalam rombongan, menjelaskan bahwa Taiwan bergabung pada tahun 1992 dengan status sebagai Mitra Pembangunan dan menggunakan nama Taiwan/Republic of China.
Namun, Tiongkok dalam beberapa tahun belakangan menggunakan berbagai cara untuk menekan dan mencoba mengubah status quo tersebut. Meski demikian, terdapat kekuatan besar di dalam PIF yang mendukung Taiwan untuk terus berada di dalamnya. Ia pun meminta semua pihak untuk tenang dan yakin bahwa tidak akan ada perubahan apa pun.