Pemandangan mengejutkan terekam dari sudut pandang udara di sebuah gang kawasan Zhongzheng Road, Distrik Xinzhuang, Kota New Taipei. Lantai paling atas sebuah gedung pemukiman dipenuhi tumpukan sampah, sepeda, ban bekas, dan berbagai perabotan yang menggunung di atas atap. Kondisi ini bahkan merembet ke bangunan di sebelahnya, membuat warga sekitar merasa sangat terganggu.
Pemilik rumah, yang kini berusia lebih dari 70 tahun, mengaku bahwa seluruh tumpukan barang itu merupakan bagian dari upayanya meneliti energi nuklir atas perintah Tuhan.
Sang pemilik rumah berdalih bahwa ia hanya memanfaatkan atap miliknya sendiri, bukan menaruh barang di rumah orang lain, sehingga menurutnya tidak ada masalah. Ia menyatakan bahwa barang-barang tersebut digunakan untuk “menghormati langit” dan penelitiannya guna menggantikan berbagai pembangkit listrik sudah mencapai sekitar 90% setelah dilakukan selama 10 hingga 20 tahun. Meski ia menegaskan tidak mengganggu siapa pun, warga sekitar memiliki pandangan yang jauh berbeda.
Foto: YAHOO News
Warga setempat menyatakan kekhawatiran serius terkait risiko kebakaran, mengingat bangunan di kawasan tersebut saling menempel satu sama lain sehingga jika terjadi kebakaran, dampaknya bisa meluas ke banyak gedung sekaligus. Selain itu, tumpukan barang yang sudah bertahun-tahun itu dinilai berpotensi menjadi sarang tikus dan kecoak, yang membawa risiko penyakit seperti demam berdarah dengue, terlebih di tengah maraknya virus Hanta belakangan ini.
Warga mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung selama 10 hingga 20 tahun. Tim kebersihan dan Biro Perlindungan Lingkungan telah berulang kali datang ke lokasi, dan surat tilang pun sudah berkali-kali dikeluarkan, tetapi pemilik rumah tetap bersikukuh mempertahankan semua barang tersebut dengan alasan idealisme penelitiannya. Di mata warga, tindakan pemilik rumah ini jelas-jelas mengganggu kenyamanan dan keselamatan lingkungan sekitar, terlepas dari alasan apa pun yang dikemukakan.