Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Tanpa Resepsi, Tanpa Foto Pernikahan, Konsep “Pernikahan Simple” Kian Jadi Pilihan Pasangan Muda Taiwan

11/06/2026 14:00
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Tanpa Resepsi, Tanpa Foto Pernikahan, Konsep “Pernikahan Simple” Kian Jadi Pilihan Pasangan Muda Taiwan (Ilustrasi: PIXABAY)
Tanpa Resepsi, Tanpa Foto Pernikahan, Konsep “Pernikahan Simple” Kian Jadi Pilihan Pasangan Muda Taiwan (Ilustrasi: PIXABAY)

Tren pernikahan di Taiwan tengah mengalami pergeseran yang signifikan. Semakin banyak pasangan muda yang memilih menyelesaikan pendaftaran pernikahan sebagai pengganti resepsi berskala besar, atau jika pun menggelar pesta, skalanya diperkecil menjadi acara kecil yang hangat dengan hanya mengundang kerabat dan sahabat terdekat.

Data dari Kantor Catatan Sipil Distrik Xinyi, Kota Taipei, mencatat tren penurunan jumlah pernikahan antara 2024 hingga 2025, dengan total hingga akhir April tahun ini hanya sekitar 700 pasangan.

Unit catatan sipil mengamati bahwa selain penurunan jumlah pernikahan, cara pasangan mempersiapkan hari istimewa mereka juga berubah nyata. Di masa lalu, pernikahan dipandang sebagai penyatuan dua keluarga besar dengan daftar tamu yang mencakup banyak kerabat sesepuh dan relasi bisnis.

Kini, pasangan lebih mengutamakan kebutuhan mereka sendiri dan berharap tamu yang hadir adalah orang-orang yang benar-benar mereka kenal dan pedulikan. Mantan Associate Professor Departemen Psikologi Sosial Universitas Shih Hsin, Chan Chao-neng (詹昭能), menilai tekanan ekonomi menjadi salah satu faktor utama di balik tren ini, meliputi biaya pernikahan yang mencakup fotografi, perhiasan, tempat resepsi, hingga dekorasi kerap mencapai ratusan ribu hingga jutaan dolar Taiwan, menjadi beban yang tidak ringan di tengah harga rumah yang tinggi dan pertumbuhan gaji yang terbatas.

Associate Professor Sosiologi Universitas Soochow, Liu Wei-kung (劉維公), menambahkan bahwa perubahan nilai generasi muda turut mendorong tren ini. Generasi saat ini umumnya mengejar kebebasan dan efisiensi, tidak menyukai ritual tradisional yang terlalu rumit, dan lebih memaknai pernikahan sebagai komitmen antar pasangan, bukan panggung untuk memamerkan status sosial atau kekayaan keluarga. Bagi mereka, bentuk upacara yang sederhana dan sesuai kebutuhan pribadi justru lebih bermakna.

Faktor kesadaran keberlanjutan juga turut berperan. Banyak anak muda berpendapat bahwa resepsi berskala besar rentan menyebabkan pemborosan makanan, konsumsi dekorasi sekali pakai, dan emisi karbon yang tidak perlu.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解