Dilansir dari pemberitaan media CNA pada Rabu (10/6), di tengah meningkatnya ancaman militer Tiongkok terhadap Taiwan, Komite Alokasi Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) pada Rabu (10/6) mengumumkan RUU anggaran pertahanan untuk tahun fiskal 2027.
Dalam rancangan tersebut termasuk alokasi sebesar US$1 miliar (sekitar NT$31,7 miliar) untuk digunakan dalam “Inisiatif Kerja Sama Keamanan Taiwan”. Selain itu, undang-undang tersebut juga mencantumkan US$1 miliar lainnya untuk menggantikan peralatan pertahanan yang diberikan kepada Taiwan.
Menurut pers rilis yang diterbitkan Komite Alokasi DPR AS menyebutkan, RUU anggaran pertahanan tahun fiskal 2027 menyediakan anggaran diskresioner sebesar US$1,072 triliun. RUU tersebut bertujuan untuk meningkatkan keunggulan militer strategis AS, memperkuat dukungan bagi prajurit aktif dan keluarga militer, mengoptimalkan operasional Departemen Perang, memberantas penyelundupan narkoba lintas negara, serta melaksanakan prioritas kebijakan pemerintahan Trump.
Bagian terkait Taiwan, teks RUU tersebut menyebutkan jika dalam item “operasi dan pemeliharaan lintas angkatan”, dari dana yang dialokasikan kepada Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) AS, harus mengalokasikan dana sebesar US$1 miliar untuk “Inisiatif Kerja Sama Keamanan Taiwan”, dengan masa penggunaan hingga 30 September 2028.
RUU tersebut menunjukkan, setelah memperoleh persetujuan dari Menteri Luar Negeri, Menteri Perang AS dapat menggunakan dana tersebut untuk memberikan bantuan kepada Taiwan, termasuk pembelian peralatan pertahanan baru, layanan, serta pendidikan dan pelatihan militer.
Selain itu, RUU tersebut menyebutkan bahwa dalam item “operasi dan pemeliharaan lintas angkatan”, dialokasikan sebesar US$1 miliar untuk mengganti dan memberikan kompensasi atas peralatan, serta layanan pertahanan yang diberikan kepada Taiwan.