Direktoral Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) mengumumkan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) tahunan Mei sebesar 2,2%, menembus garis peringatan inflasi. Dewan Pembangunan Nasional (National Development Council/NDC) menyampaikan, penyebab utama CPI Mei sebesar 2,2% adalah dampak dari harga bahan bakar minyak pada akhir tahun lalu dan unsur iklim jangka pendek. Harga barang kebutuhan hidup masyarakat stabil, diharapkan harga barang untuk paruh tahun akhir membaik, CPI tahun ini diperkirakan dapat berada di bawah 2%.
DGBAS beberapa hari lalu mengumumkan CPI tahunan Mei bertambah menjadi 2,2%, menembus garis batas peringatan inflasi 2%, mencatat angka tertinggi selama 14 bulan terakhir, di antaranya kenaikan bahan bakar minyak sebesar 20,9% yang mencatat kenaikan tertinggi dalam 4,5 tahun terakhir, dunia luar memprihatinkan apakah inflasi Taiwan akan menghangat.
Dalam pers rilis memberikan 3 poin penjelasan, pertama adalah CPI tahunan Mei sebesar 2,2%, bertambah banyak dibandingkan dengan April sebesar 1,73%, penyebab adalah harga minyak pada akhir tahun lalu dan iklim jangka pendek.
NDC menjelaskan, sehubungan dengan harga minyak yang memengaruhi indek CPI secara keseluruhan, dari 0,29% bertambah menjadi 0,41% pada April lalu, hal ini berdampak dari dasar terendah tahun lalu. Sedangkan pecahnya konflik Timur Tengah membuat harga bahan bakar minyak dunia melonjak, sementara CPC Corporation Taiwan tetap tidak menaikan harga minyak dengan menanggung kenaikan harga minyak dunia
Kedua, 90% dari harga produk tetap stabil atau menurun. NDC menyampaikan, tingkat rata-rata CPI dari Januari hingga Mei tahun ini sebesar 1,52%, lebih rendah dari Korea Selatan yang sebesar 2,38%. Untuk 17 jenis produk yang biasa dikonsumsi masyarakat pada Mei ini mengalami kenaikan sebesar 1,50%, sedangkan harga makanan yang telah mengalami kenaikan selama 3 bulan berturut berada di bawah 3%, pemerintah melalui berbagai kebijakan menstabilkan harga dalam upaya agar konflik Timur Tengah tidak menghantam ketenangan rakyat.
Berdasarkan hasil survei harga DGBAS, 90% dari harga dalam 300 jenis harga yang disurvei memperlihatkan tidak berubah atau turun, hanya sedikit harga yang memperlihatkan kenaikan akibat bertambahnya kebutuhan yang dipengaruhi oleh harga sumber energi internasional dan iklim.
Ketiga, harga barang untuk paruh tahun terakhir mungkin akan bertumbuh secara moderat, diperkirakan indek harga barang akan berada di bawah 2%. NDC menyampaikan, deeskalasi konflik Amerika dan Iran semakin terlihat jelas, ditambah dengan pemerintah terus mencanangkan kebijakanuntuk menstabilkan harga minyak, dan melalui margin trading dan penambahan dana investasi serta cara lainnya untuk memperbaiki keuangan, meningkatkan fasilitas yang dapat menstabilkan harga minyak yang berfungsi untuk menekan pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak dalam negeri.