Kanker payudara merupakan kanker dengan tingkat insiden tertinggi pada wanita di Taiwan, sekaligus menempati urutan keempat sebagai penyebab kematian akibat kanker. Yang perlu diwaspadai, kanker payudara stadium awal umumnya tidak menunjukkan gejala yang jelas, sebagian besar penderita baru menyadarinya setelah meraba adanya benjolan.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW), rata-rata lebih dari 40 wanita terdiagnosis kanker payudara setiap harinya, dengan tren usia penderita yang semakin muda dalam beberapa tahun terakhir.
Kasus Nona Lin, 43 tahun, menjadi contoh nyata pentingnya skrining rutin. Dalam pemeriksaan mamografi rutinnya, ditemukan titik kalsifikasi berkelompok berukuran kecil dengan bentuk tidak beraturan pada jaringan payudara. Setelah menjalani biopsi di Rumah Sakit Tzu Chi Taipei, ia didiagnosis menderita Karsinoma Duktal In Situ atau kanker payudara stadium nol. Karena ditemukan sangat dini dan area lesinya relatif kecil, ia hanya perlu menjalani operasi eksisi lokal dengan sebagian besar payudara tetap dapat dipertahankan, dilanjutkan terapi radiasi dan terapi obat.
Dokter Bedah Umum Rumah Sakit Tzu Chi Taipei, Chang Chien-hui (張健輝), mengingatkan empat sinyal peringatan yang harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan medis, meliputi munculnya benjolan keras tanpa rasa sakit pada payudara, puting susu yang melesak ke dalam, keluarnya cairan abnormal dari payudara, serta perubahan kulit payudara menyerupai kulit jeruk.
Jika tumor berukuran kurang dari 2 sentimeter dan belum mengalami metastasis, maka kanker payudara umumnya dapat diklasifikasikan sebagai stadium awal dengan pilihan pengobatan yang lebih beragam. Teknologi medis terkini memungkinkan operasi invasif minimal menggunakan endoskopi yang mengurangi pendarahan, meminimalkan rasa sakit, dan memperkecil bekas luka dibandingkan operasi konvensional.
Sebagian pasien stadium awal bahkan tidak memerlukan kemoterapi setelah menjalani eksisi lokal dan terapi radiasi, sehingga beban pengobatan secara keseluruhan jauh lebih ringan.
Chang Chien-hui menegaskan bahwa kanker payudara bukanlah penyakit yang tidak bisa dicegah dan diobati, kuncinya terletak pada deteksi dini. Pemerintah Taiwan melalui Badan Promosi Kesehatan menyediakan pemeriksaan mamografi gratis setiap dua tahun sekali bagi wanita berusia 40–74 tahun, serta wanita berusia 40–44 tahun yang memiliki kerabat tingkat kedua dengan riwayat kanker payudara.
Selain skrining rutin, menjaga rutinitas olahraga, mengontrol berat badan, mengurangi konsumsi makanan berlemak tinggi, serta menghindari rokok dan alkohol juga terbukti membantu menurunkan risiko. Jika menemukan kelainan pada penampilan atau tekstur payudara, masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan ke dokter.