Musim rekrutmen lulusan baru tengah berlangsung, namun sejumlah pertanyaan wawancara yang tampak seperti obrolan santai ternyata menyimpan potensi pelanggaran hukum. Bank tenaga kerja 104 merangkum lima topik wawancara yang paling sering dilanggar perusahaan, mencakup pertanyaan soal zodiak, tes kepribadian MBTI, status hubungan, rencana pernikahan dan memiliki anak, hingga latar belakang keluarga.
Jika terbukti melibatkan diskriminasi kerja atau pengumpulan data pribadi yang tidak relevan dengan pekerjaan, perusahaan dapat dikenai denda maksimal NT$1,5 juta berdasarkan Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan Taiwan.
Pertanyaan seputar kondisi finansial keluarga seperti “Apa pekerjaan orang tua Anda?” atau “Apakah Anda menyewa atau memiliki rumah sendiri?” kerap muncul dengan dalih memahami latar belakang pelamar. Padahal, informasi semacam itu tidak memiliki kaitan langsung dengan kompetensi kerja dan masuk dalam ranah privasi pribadi, dengan ancaman denda antara NT$60.000 hingga NT$300.000.
Pertanyaan soal status asmara seperti “Apakah Anda punya pacar?” atau “Apakah pasangan Anda akan memengaruhi jadwal kerja?” juga rentan memicu bias gender dan dapat dikenai sanksi serupa. Yang paling berisiko adalah pertanyaan terkait rencana memiliki anak, jika perusahaan menggunakan kemungkinan kehamilan sebagai pertimbangan penerimaan, hal itu dapat dikategorikan sebagai diskriminasi gender dengan denda maksimal NT$1,5 juta.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertanyaan soal MBTI dan zodiak marak muncul dalam sesi wawancara. Pertanyaan seperti “Apa tipe MBTI Anda?” atau “Pekerjaan ini lebih cocok untuk tipe E (Ekstrovert)” mungkin terkesan ringan, namun jika dijadikan dasar keputusan penerimaan, hal itu berpotensi melanggar larangan diskriminasi kerja.
Zodiak, golongan darah, dan label kepribadian bukan merupakan standar evaluasi kemampuan kerja yang sah. Selain itu, iklan lowongan yang menggunakan frasa seperti Dicari Asisten Wanita juga berpotensi melanggar aturan, kecuali gender atau usia memiliki relevansi langsung dengan deskripsi pekerjaan yang bersangkutan.
Bank tenaga kerja 104 menyarankan para pencari kerja untuk tidak serta-merta menjawab pertanyaan yang menyinggung privasi. Pelamar dapat terlebih dahulu menanyakan tujuan pertanyaan tersebut, lalu dengan sopan menyatakan batasan pribadi dan mengarahkan kembali pembicaraan ke pengalaman serta kemampuan profesional. Jika pada tahap wawancara diminta mengisi data sensitif seperti nomor KTP atau rekening bank, pelamar berhak menanyakan kegunaannya terlebih dahulu. Baik perusahaan maupun pencari kerja perlu memahami regulasi yang berlaku agar proses wawancara dapat berjalan secara adil, profesional, dan sesuai koridor hukum.