(Taiwan, ROC) -- Sebuah kecelakaan terkait dengan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) terjadi di Taoyuan semalam (11/6). Tersangka menolak untuk diperiksa dan melarikan diri. Dirinya pun kehilangan kendali ketika dikejar oleh polisi dan menabrak 2 orang pejalan kaki yang sedang berada di trotoar, menyebabkan keduanya meninggal dunia. Pengemudi tersebut juga meninggal dunia, dengan total 3 kematian. Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) dalam sebuah wawancara pada hari ini (12/6) menekankan, di masa depan kegiatan mengemudi di bawah pengaruh narkoba yang menyebabkan kematian, luka, atau pelanggaran berulang harus dihukum berat, tanpa membedakan berdasarkan jenis narkoba, untuk secara efektif menekan kejahatan mengemudi di bawah pengaruh narkoba.
Beberapa insiden terkait dengan kegiatan mengemudi di bawah pengaruh narkoba semakin sering terjadi dan Yuan Eksekutif telah meloloskan amandemen terkait kemarin (11/6) untuk meningkatkan hukuman bagi pengemudi di bawah pengaruh narkoba. Namun, sebuah insiden fatal terkait pengemudi di bawah pengaruh narkoba terjadi di Kota Taoyuan semalam. Seorang pria bermarga Zhang (張) yang diduga mengemudi di bawah pengaruh narkoba menolak untuk dihentikan oleh polisi dan merlarikan diri sekitar 6km di kota tersebut sebelum kehilangan kendali dan menabrak 2 orang pejalan kaki, menyebabkan kematian dirinya sendiri dan 2 warga yang tidak berdosa.
PM Cho Jung-tai, dalam sebuah wawancara sebelum hadir dalam acara pagi ini mengungkapkan kesedihan dan rasa duka yang mendalam terkait dengan terulangnya insiden mengemudi dalam pengaruh narkoba yang berakibat fatal.
PM Cho menunjukkan, meski narkoba memiliki klasifikasi, dalam proses penjatuhan hukuman, kelas narkoba yang berbeda akan dikenakan hukuman yang berbeda dalam proses di pengadilan. Ia percaya, orang yang menyebabkan kematian atau luka ketika mengemudi dalam pengaruh narkoba, atau mereka yang menjadi pelanggar berulang harus dihukum berat. Ia mengatakan, “mereka yang menyebabkan kematian atau cedera ketika mengemudi dalam pengaruh narkoba, atau pelanggar berulang, kita semua percaya harus dihukum berat, terlepas dari tingkatan narkoba yang digunakan, dengan demikian barulah dapat efektif mengekang penyebaran kegiatan ilegal ini."