Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Resmi Berganti Nama Menjadi “Asosiasi Parlemen Persahabatan Jepang-Taiwan”, Hubungan Taiwan-Jepang Masuki Babak Sejarah Baru

12/06/2026 14:05
Penulis & Editor: Aditya Nugraha
(Foto: CNA)
(Foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada Kamis (11/6) menyampaikan pidato melalui video untuk rapat umum tahunan 2026 Dewan Konsultatif Anggota Parlemen Jepang-ROC, sebuah kelompok parlemen Jepang yang mendukung hubungan Jepang-Taiwan.

Menurut pers rilis dari Kantor Kepresidenan Taiwan menyebutkan, Presiden Lai Ching-te (賴清德) dalam pidatonya menyatakan, selama 53 tahun didirikan Dewan Konsultatif Anggota Parlemen Jepang-ROC telah menjadi motor penggerak yang kuat dalam mempromosikan persahabatan Taiwan-Jepang, serta terus mendorong hubungan Taiwan-Jepang berkembang secara stabil.

Presiden Lai menyatakan, baik dalam memperdalam hubungan antar anggota parlemen Taiwan-Jepang, mendukung partisipasi Taiwan di dunia internasional, maupun mendorong kebijakan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara, Dewan Konsultatif Anggota Parlemen Jepang-ROC selalu berupaya sekuat tenaga untuk menyuarakan dukungan bagi Taiwan, serta terus membangun fondasi yang lebih kokoh bagi kerja sama dan pertukaran Taiwan-Jepang.

Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengemukakan, Dewan Konsultatif Anggota Parlemen Jepang-ROC dalam rapat umum tahunannya pada tahun lalu mengumumkan garis besar kebijakan dasar, yang memandang jika Taiwan terjadi sesuatu berarti Jepang terjadi sesuatu serta “jika aliansi Jepang-AS terjadi sesuatu”, dan menegaskan “kejadian di Taiwan” tidak boleh sampai terjadi. Dukungan kuat dari Dewan Konsultatif Anggota Parlemen Jepang-ROC membuat Taiwan sangat tersentuh dan berterima kasih.

Presiden Lai juga menyampaikan terima kasih kepada Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi yang beberapa kali dalam forum internasional menegaskan akan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Dirinya menyebutkan, dalam menghadapi perluasan otoritarianisme Tiongkok yang terus berlanjut serta upaya untuk mengubah tatanan internasional berbasis aturan, Taiwan dan negara-negara yang memiliki pandangan serupa seperti Jepang hanya dapat merespons berbagai ancaman dan tantangan dengan menjunjung nilai demokrasi dan kebebasan, bersatu dan bekerja sama, serta secara aktif memperluas kemitraan yang komprehensif.

Presiden menyatakan, Taiwan dan Jepang tidak hanya berbagi nilai-nilai universal, tetapi juga merupakan komunitas dengan nasib yang sama, dan masih memiliki banyak ruang kerja sama di berbagai bidang. Ia sangat berharap Dewan Konsultatif Anggota Parlemen Jepang-ROC terus memberikan dukungan kuat kepada Taiwan, memperdalam kerja sama kedua pihak, dan bersama-sama mewujudkan visi “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka”.

Selain itu, dalam rapat umum yang digelar pada Kamis (11/6) Dewan Konsultatif Anggota Parlemen Jepang-ROC secara resmi memutuskan untuk mengganti nama menjadi Asosiasi Parlemen Persahabatan Jepang-Taiwan, dengan mengganti kata Hua/ menjadi Taiwan.

Ketua sekaligus anggota parlemen, Keiji Furuya, dalam sebuah wawancara setelah rapat umum menyatakan bahwa pemerintah Jepang dan lembaga terkait Taiwan beberapa tahun lalu telah menyelesaikan penyesuaian nama, sehingga perubahan nama ini merupakan hal yang wajar dan juga merupakan keputusan yang diambil setelah evaluasi jangka panjang.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解