Suku Tao (Yami) di Lanyu, Kabupaten Taitung, telah menciptakan perahu tradisional berkapasitas 20 orang yang merupakan kapal terbesar di era modern ini, bernama Persahabatan Emas. Perahu ini dijadwalkan akan bertolak dari pesisir pada Senin mendatang (15/6), menantang arus Kuroshio untuk berlayar menuju Kepulauan Batanes di Filipina, menghidupkan kembali rute maritim kuno yang menjadi jalur pertukaran antara Orchid Island dengan Batanes sejak 300 tahun silam.
Perahu berkapasitas 20 orang yang dibangun melalui kolaborasi antara Dewan Masyarakat Penduduk Asli (CIP) Yuan Eksekutif, Yayasan Budaya Masyarakat Penduduk Asli (IPCF), dan enam suku Tao di Orchid Island ini rampung pada bulan Maret lalu. Setelah menjalani uji coba pelayaran pada 28 April 2026, upacara tradisional peluncuran kapal besar telah dilangsungkan pada 9 Juni 2026, dan dijadwalkan berlayar dari Lanyu menuju Batanes pada 15 Juni 2026.
Ketua CIP, Ljaucu Zingrur (曾智勇), dalam pidato peluncurannya menyatakan bahwa Taiwan adalah titik penting bagi ekspansi rumpun bahasa Austronesia ke seluruh dunia. Kearifan maritim masyarakat penduduk asli bukan sekadar aset penting suku, melainkan kekuatan budaya negara. Pelayaran kali ini bukan sekadar pertukaran budaya, melainkan sebuah diplomasi budaya dan praktik pendidikan.
Ke depannya, pemerintah juga akan terus mendorong revitalisasi bahasa, pertukaran kerajinan, dan kunjungan pemuda, agar budaya Austronesia terus lestari melalui interaksi lintas laut.