(Taiwan, ROC) - Di tengah persaingan sengit yang melibatkan 16 konduktor muda dari berbagai negara, konduktor muda asal Taiwan, Chen Wei-chung (陳巍中) berhasil meraih juara pertama dalam "Eskişehir International Gürer Aykal Orchestra Conducting Competition" yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Turki.
Usai menerima penghargaan pada dini hari 15 Juni waktu Taiwan, Chen tidak dapat menyembunyikan rasa gembiranya. Ia menegaskan bahwa ini merupakan penghargaan internasional pertamanya sebagai konduktor, dan ia sangat berterima kasih kepada Direktur Eksekutif National Symphony Orchestra (NSO) Taiwan, Kuo Wen-tsen (郭玟岑) dan Direktur Musik-nya Jun Märkl atas dukungan dan semangat yang diberikan.
Mengenang perjalanan kariernya sebagai konduktor, Chen menuturkan bahwa ketertarikannya pada dunia dirigen bermula saat masih duduk di bangku SMA dan bergabung dengan marching band SMA Chien Kuo. Berkat inspirasi dari gurunya, Wang Chan (王戰), ia untuk pertama kalinya merasakan betapa besar pengaruh seorang konduktor terhadap warna suara sebuah ansambel, sehingga ia memutuskan untuk menekuni bidang tersebut.
Saat menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Laboratorium Medis dan Bioteknologi, National Taiwan University, ia terus aktif mengikuti kelompok musik tiup dan orkestra, serta secara bertahap memperdalam pemahamannya tentang musik dan seni memimpin orkestra di bawah bimbingan sejumlah pengajar.
Setelah memperoleh Beasiswa Studi Luar Negeri dari Kementerian Pendidikan Taiwan, Chen berangkat ke Amerika Serikat pada tahun 2022 untuk menempuh program doktoral bidang konduktor orkestra di Indiana University. Di sana ia belajar di bawah bimbingan Profesor Arthur Fagen, Thomas Wilkins, dan Jeffery Meyer.
Saat ini, Chen menjabat sebagai Direktur Musik Bloomington Bridges MAYO Youth Symphony Orchestra. Ia juga pernah diundang menjadi asisten konduktor bagi Fabien Gabel bersama Indianapolis Symphony Orchestra, serta dua kali terpilih mengikuti kelas master yang dipimpin oleh Robert Spano dan Jun Märkl.
Yang juga patut dicatat, Chen Wei-chung merupakan salah satu dari sedikit peserta yang berhasil lolos selama tiga tahun berturut-turut dalam program "TSMC × NSO × TNUA Music Without Borders Project – Lü Shao-chia Conducting Masterclass."
Chen mengatakan dengan penuh rasa syukur, "Saya ingin menyampaikan terima kasih khusus kepada program Music Without Borders dan Maestro Lü Shao-chia yang telah menerima saya sebagai peserta masterclass selama tiga tahun berturut-turut, dari 2023 hingga 2025."
Menurut Chen, kesempatan untuk belajar langsung dari sang maestro merupakan masa yang paling membahagiakan sekaligus paling membuka wawasan dalam hidupnya, dan itu juga menjadi alasan yang selalu membuatnya bersemangat untuk pulang dari Amerika Serikat ke Taiwan setiap tahunnya.