(Taiwan, ROC) - Yayasan Tang Prize hari Senin (15 Juni) mengumumkan, penghargaan Tang Prize 2026 untuk Pembangunan Berkelanjutan akan dianugerahkan kepada ahli kimia atmosfer asal Amerika Serikat, Susan Solomon, sebagai bentuk penghormatan atas terobosan ilmiah dan kepemimpinannya yang luar biasa di bidang ilmu atmosfer dan iklim, yang telah membantu membentuk kebijakan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Yayasan Tang Prize mencatat bahwa Susan Solomon, yang kini menjabat sebagai "Lee and Geraldine Martin Professor of Environmental Studies" di Departemen Ilmu Bumi, Atmosfer, dan Planet, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dikenal berkat penelitian pionirnya mengenai penipisan lapisan ozon dan perubahan iklim. Dengan menggabungkan pengamatan lapangan di Antartika, simulasi model ilmiah yang inovatif, serta komunikasi yang erat dengan para pembuat kebijakan dan masyarakat, ia memainkan peran penting dalam keberhasilan Protokol Montreal dan berbagai perundingan iklim global.
Direktur Eksekutif Yayasan Tang Prize, Chen Chen-chuan (陳振川) menyatakan bahwa perubahan iklim merupakan salah satu isu paling penting yang dihadapi dunia saat ini. Ia mengatakan, "Hasil penelitian Solomon menunjukkan bahwa bahkan jika emisi karbon dioksida tidak lagi bertambah mulai sekarang, dampaknya terhadap iklim dapat berlangsung hingga seribu tahun ke depan. Hal ini berarti pengaruhnya terhadap suhu bumi, kenaikan permukaan laut, dan berbagai perubahan iklim lainnya akan sangat besar, sehingga dunia harus segera mengambil langkah-langkah mitigasi. Selain itu, kepemimpinan Solomon dalam IPCC dan kontribusinya dalam penyusunan laporan ilmiah turut membantu mendorong tercapainya Perjanjian Paris 2015 dalam konferensi iklim dunia."
Sementara itu, melalui rekaman video, Susan Solomon menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Tang Prize atas penghargaan yang diberikan kepadanya. Ia mengatakan sangat menantikan kesempatan untuk datang ke Taiwan guna menerima penghargaan tersebut dan berbagi pengalaman serta hasil penelitiannya mengenai perubahan iklim.
Menurut agenda yang diumumkan, upacara penganugerahan Tang Prize 2026 akan diselenggarakan pada 18 September. Pada kesempatan itu, Solomon juga akan mengunjungi National Sun Yat-sen University di Kaohsiung untuk mengadakan forum bersama para akademisi dan berdialog dengan para siswa sekolah menengah atas di wilayah Kaohsiung, dan juga dijadwalkan akan memberikan kuliah umum di Taipei.
Tang Prize adalah penghargaan internasional bergengsi asal Taiwan yang didirikan pada tahun 2012 oleh pengusaha dan filantropis Samuel Yin (尹衍樑). Sering disebut sebagai "Nobel versi Asia", penghargaan ini diberikan setiap dua tahun kepada tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi luar biasa bagi kemanusiaan.