Otoritas Investigasi Wilayah Utara Taiwan dari Biro Investigasi Bekerja Sama dengan Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat berhasil membongkar kasus besar penyelundupan narkoba lintas negara. Operasi ini menyita hingga 281 kilogram heroin, mencegah peredaran narkoba dengan nilai pasar yang mencapai puluhan miliar dolar. Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menyatakan bahwa kejahatan narkoba adalah tantangan global yang menuntut sinergi antara kerja sama lintas kementerian di dalam negeri dan mekanisme pertahanan bersama internasional.
Kasus ini menunjukkan pencapaian signifikan dari kerja sama Taiwan dan AS dalam memberantas kejahatan. Yuan Eksekutif juga akan terus mendukung peningkatan personel, perlengkapan, dan peralatan teknologi anti narkoba guna memerangi kejahatan narkoba secara maksimal.
Otoritas Investigasi Wilayah Utara Taiwan dari Biro Investigasi Kementerian Kehakiman bersama dengan Otoritas Investigasi Kabupaten Pingtung, Polisi Militer Taipei, dan unit lainnya, membentuk sebuah tim satuan tugas khusus. Di bawah komando Kantor Kejaksaan Distrik New Taipei dan Kantor Kejaksaan Distrik Pingtung, serta kerja sama yang erat dengan DEA AS, tim ini berhasil mengungkap kasus penyelundupan narkoba oleh kapal nelayan Tian Fa Cai No. 38 di perairan sebelah barat daya Pulau Liuqiu pada dini hari tanggal 3 Desember 2025.
Dari kapal nelayan tersebut, petugas menyita narkotika golongan satu berupa 740 blok bata heroin seberat 281,2 kilogram dan 340 bungkus ketamin yang merupakan narkotika golongan tiga (seberat 353,6 kilogram). Petugas juga menahan 3 tersangka warga negara Taiwan dan 7 awak kapal warga negara asing, serta sukses mencegah narkoba senilai puluhan miliar dolar tersebut beredar di pasaran.
Biro Investigasi pada Selasa hari ini (16/6) menggelar pertemuan pers terkait pengungkapan kasus narkoba berskala besar ini, dengan memperlihatkan 281 kilogram heroin yang berhasil disita. Mengingat jumlah sitaan dalam kasus ini melampaui total volume sitaan nasional Taiwan setiap tahunnya, keberhasilan ini layak disebut sebagai terobosan epik dalam sejarah pemberantasan narkoba lintas negara.
PM Cho menyampaikan bahwa kasus ini sekali lagi membuktikan bahwa Taiwan dan AS telah menunjukkan hasil yang sangat besar dalam kerja sama berbagi informasi intelijen, pertukaran teknologi dan penindakan kejahatan. Ia menegaskan bahwa ini adalah perang global melawan narkoba yang membutuhkan kolaborasi dari seluruh instansi domestik dan sekutu-sekutu demokrasi.
Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada DEA AS atas berbagai bantuan yang diberikan. Ke depannya, Yuan Eksekutif akan memberikan dukungan penuh terhadap personel, perlengkapan, dan anggaran terkait narkoba.