Tunjangan kematian keluarga yang disediakan melalui sistem asuransi ketenagakerjaan Taiwan kini menghadapi ancaman penyalahgunaan yang terorganisir. Sebuah situs web Vietnam bernama Bao Xin Viec secara terang-terangan menawarkan jasa pembuatan akta kematian palsu dengan tarif ratusan hingga ribuan NT$, lengkap dengan klaim menggunakan templat asli dari Komite Rakyat (UBND), stempel merah, dan tanda tangan yang disebut sulit dibedakan dari dokumen asli.
Situs tersebut bahkan secara eksplisit mencantumkan bahwa dokumen palsu ini dapat dengan tenang dibawa untuk dinotariskan dan dilegalisasi guna menyelesaikan prosedur klaim harta dan warisan.
Layanan yang ditawarkan tidak berhenti pada akta kematian saja, situs ini juga menyediakan ijazah berbagai jenjang, surat keterangan rawat inap, surat keterangan lajang, akta nikah, hingga berbagai sertifikat keahlian, menjadikannya semacam layanan pemalsuan dokumen secara terpadu.
Skala potensi kerugian yang ditimbulkan terbilang signifikan. Berdasarkan data Biro Asuransi Ketenagakerjaan, dari lebih dari 860 ribu pekerja migran asing yang saat ini berada di Taiwan, sekitar 550 ribu di antaranya terdaftar dalam sistem asuransi ketenagakerjaan.
Antara 2018 hingga 2024, total klaim tunjangan kematian yang diajukan oleh tertanggung asing mencapai NT$5,01 miliar, dengan rata-rata NT$720 juta per tahun.
Pada 2025 saja, pengajuan tunjangan kematian keluarga mencapai 10.101 kasus dengan total pembayaran NT$951,74 juta, atau dengan nilai rata-rata NT$94 ribu per kasus. Dana yang sejatinya dirancang sebagai uang penyelamat bagi keluarga yang berduka ini kini berpotensi menjadi sasaran eksploitasi pasar gelap.
Dari puluhan ribu pengajuan tunjangan pemakaman oleh tertanggung asing yang diterima pada 2025, Biro Asuransi Ketenagakerjaan mencatat 517 kasus ditolak, dengan 357 di antaranya dikembalikan karena adanya kejanggalan pada dokumen yang dilampirkan. Prosedur yang berlaku mewajibkan dokumen dari luar negeri untuk dilegalisasi melalui kantor perwakilan Taiwan di luar negeri sebelum dapat diproses. Sumber yang mengetahui permasalahan ini mengingatkan bahwa jika pasar gelap benar-benar menggunakan templat resmi untuk melakukan pemalsuan sistematis, proses verifikasi akan sangat sulit dilakukan mengingat keluarga pekerja migran tidak memiliki catatan kependudukan maupun rekam jejak asuransi kesehatan di Taiwan.
Biro Asuransi Ketenagakerjaan menyatakan bahwa Kantor Perwakilan Taiwan di Vietnam telah menerapkan langkah-langkah verifikasi dokumen secara khusus. Jika ditemukan kejanggalan, pengajuan akan ditolak dan Biro akan diberitahu untuk melakukan pengawasan lebih lanjut. Selain itu, pemerintah Vietnam telah membangun mekanisme verifikasi digital yang memungkinkan konfirmasi keaslian data secara daring melalui pemindaian kode QR.
Biro juga menegaskan telah membangun saluran komunikasi dengan lembaga perwakilan negara asal pekerja migran di Taiwan, memperkuat unit asuransi untuk mencegah campur tangan agen ilegal, serta mengembangkan mekanisme proaktif untuk melacak pola klaim yang tidak wajar.