Pakar meteorologi Wu Der-romg menyampaikan, hari Rabu ini (17/6) front quasi stationer melemah, diprakirakan besok angin monsun barat daya juga akan melemah, sehingga dari tanggal 19-24 Juni cuaca akan terik layaknya puncak musim panas, bahkan suhunya akan semakin meningkat dari hari ke hari. Diperkirakan 25-26 Juni, gelombang frontal terakhir dari musim hujan Plum akan mendekat.
DIrektorat Jenderal Klimatologi Sentral (CWA) telah mengumumkan informasi terkait suhu tinggi. Akibat pengaruh efek penurunan angin barat daya, wilayah Taitung diimbau untuk waspada terhadap munculnya angin fohn (panas kering). Siang hari ini, Kabupaten Taitung berada dalam status peringatan rambu kuning, warga diminta untuk berhati-hati, mewaspadai suhu tinggi yang dapat mencapai 36 °C ke atas.
Wu Der-romg menyampaikan, simulasi model Eropa terbaru menunjukkan front quasi stationer melemah pada hari Rabu ini (17/6), kendati demikian, Taiwan masih berada dalam jangkauan angin monsun barat daya, sehingga atmosfer menjadi tidak stabil dan berpotensi terjadi konveksi pada sore hari ini, ketika tidak hujan, akan menyebabkan cuaca di siang hari relatif panas.
Libur panjang Festival Perahu Naga (Perayaan Duanwu) akan berlangsung dari tanggal 19-Juni. Pakar Meteorologi, Wu Der-romg menunjuk, besok angin monsun barat daya akan melemah, tetapi hujan lokal masih berpotensi terjadi pada sore hari. Pada 19 -24 Juni, tekanan tinggi di Samudra Pasifik akan menguat, membuat cuaca semakin panas dari hari ke hari. Di berbagai wilayah, cuaca akan cerah dan terik seperti puncak musim panas, sementara area pegunungan terkadang terjadi hujan lokal singkat pada sore hari.
Wu De-rong juga menyebut, diprakirakan pada tanggal 25-26 Juni sebagai gelombang akhir front di musim hujan Plum, yang akan membawa perubahan cuaca. Berdasarkan hasil simulasi model dari berbagai negara masih menunjukkan perbedaan yang besar, sehingga situasi ini masih perlu dipantau.
Selain itu, Wu Der-romg menambahkan, sekitar 20 Juni dan 21 Juni aka nada siklon tropis terjadi di Filipina bagian timur, meskipun simulasi pergerakan dari model berbagai negara belum selaras, sebagian besar menunjukkan arah pergerakan yang berputar tajam ke timur laut di perairan selatan Jepang, tidak membawa pengaruh terhadap Taiwan, namun masih perlu dipantau.