(Taiwan, ROC) -- Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan mengaktifkan program pelatihan pemimpin elit pemuda internasional tahun ini, “Mosaic Taiwan”, dan mengundang para elit muda dari AS dan Kanada untuk berkunjung dan belajar di Taiwan. Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung dalam jejaring sosial mengunggah postingan dan menyampaikan, Taiwan adalah mitra kerja sama yang bernilai dan terandalkan di dunia, juga menjadi kekuatan positif bagi komunitas internasioanl, maka dari itu, diharapkan melalui kunjungan kali ini bisa memberikan manfaat besar kepada para peserta, serta menjalin pertemanan, membuahkan ide baru dan memperluas wawasan mereka, yang disusun menjadi gambaran masing-masing tentang Taiwan.
Kegiatan program “Mosaic Taiwan” Kemenlu dimulai Selasa (16/6) kemarin, Menlu Lin Chia-lung dilaporkan turut hadir memimpin acara ini, dan dalam unggahan Facebooknya menyampaikan bahwa nama "Mosaic Taiwan" sangat bagus dan mencerminkan semangat program tersebut, karena satu demi satu kepingan yang disusun menjadi gambar, sama halnya untuk mengenal Taiwan atau sebuah negara, maupun sebuah kota juga demikian, mungkin ini adalah suatu perjalanan wisata, bisa di sekolah, lokasi industri, percakapan dengan seseorang, kepingan ini yang disusun menjadi gambaran unik tentang Taiwan di hati setiap orang.
Rangkaian kegiatan “program pelatihan pemimpin elit pemuda internasional” yang diawali dengan kegiatan “Kamp Studi Taiwan” pada tahun 2009, kemudian pada tahun 2014, dengan peserta dari kawasan Amerika Utara diberi nama “Mosaic Tawian”. Meskipun nama telah berubah, akan tetapi tujuan pokok tetap sama, yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan dukungan para pemimpin muda Amerika Utara terhadap Taiwan, dan menabur benih persahabatan antara generasi muda baru di Taiwan dan AS serta Kanada.
Menlu Lin mengemukakan, “Mosaic Taiwan” mengundang pemuda dari AS dan Kanada berkunjung ke Taiwan untuk melakukan pertukaran. Selama bertahun-tahun, program ini telah membina banyak pemuda asing yang memahami dan peduli terhadap Taiwan. Tahun ini, program tersebut secara khusus mengatur agar para peserta belajar tentang Taiwan dari berbagai perspektif, termasuk nilai-nilai demokrasi, AI, semikonduktor, dan ketahanan sosial.
Menlu Lin Chia-lung memberitahu para peserta program pelatihan bahwa, Taiwan adalah mitra kerja sama yang terandalkan di dunia, juga menjadi kekuatan positif dalam komunitas internasional. Bahkan di tengah tekanan dan tantangan dari ekspansi otoritarianisme, Taiwan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia serta terus bekerja sama dengan negara-negara yang berpandangan serupa untuk berkontribusi pada masa depan yang damai, makmur, dan lebih tangguh.
Secara bersamaan Menlu Lin mendorong semua peserta yang datang ke Taiwan untuk lebih banyak berinteraksi, melihat dan bertanya. Dari setiap pertukaran dan interaksi, keindahan rupa Taiwan yang penuh warna dan 3D, secara perlahan akan terbangun di dalam hati mereka.