Wakil Presiden Hsiao Bi-khim pada hari Kamis ini (18/6) menunjukkan bahwa, dalam menghadapi restrukturisasi rantai pasokan global dan percepatan perkembangan gelombang AI, pemerintah akan memainkan 3 peran utama diantaranya berlanjut menyediakan infrastruktur seperti air dan listrik yang stabil, mengoptimalkan lingkungan regulasi, dan mempromosikan kebijakan "Taiwan Seimbang" untuk membantu pengembangan industri dan mendorong pertumbuhan yang seimbang di seluruh Taiwan.
Chairman Chinese National Association of Industry and Commerce (CNAIC) Thomas Wu (吳東亮) mengatakan, meskipun menghadapi tantangan seperti restrukturisasi rantai pasokan global dan transformasi digital, Taiwan telah mencapai hasil ekonomi yang mengesankan berkat upaya bersama pemerintah dan industri. Ia percaya bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan tahun ini akan melebihi 10%, menjadikannya salah satu dari 20 ekonomi teratas di dunia. Ia mengimbau, karena saat ini telah melewati paruh tahun ini, berharap lintas partai dalam Yuan Legislatif dapat bernegosiasi dengan baik, dan mempercepat proses peninjauan anggaran, menjamin pembangunan tetap berlanjut.
Dalam sambutannya, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menekankan bahwa restrukturisasi rantai pasokan global telah dipercepat setelah pandemi, dan negara-negara dari berbagai ukuran semakin menekankan keamanan nasional, ketahanan rantai pasokan, dan daya saing industri. Menghadapi situasi internasional yang berubah dengan cepat, baik pemerintah maupun industri harus tetap sangat waspada.
Mengenai peran pemerintah, Wapres Hsiao mengatakan, pemerintah akan terus memberikan dukungan maksimal kepada industri di bidang infrastruktur utama seperti air, listrik, dan SDM bertalenta. Mengenai investasi infrastruktur nasional yang disebutkan oleh Chairman Thomas Wu, pemerintah berharap dapat bekerja sama dengan Yuan Legislatif untuk mengesahkan anggaran tahunan terkait secepat mungkin.
Terkait lingkungan hukum, Wapres Hsiao mengatakan, menghadapi perkembangan teknologi dan AI yang pesat, peraturan harus fleksibel dan berwawasan maju, mendukung inovasi sambil menjaga stabilitas sosial dan keadilan.
Wapres Hsiao Bi-khim mengatakan, “Dalam lingkungan hukum, kita perlu menemukan keseimbangan terbaik. Teknologi dan AI berkembang sangat pesat, dan terkadang peraturan perlu memberikan fleksibilitas yang tinggi, tetapi juga perlu menjadi kekuatan untuk stabilitas sosial. Sebelum akselerasi, bagaimana (pemerintah) dapat memainkan peranan yang stabil demi kemajuan, namun juga tidak menghambat kemajuan setiap orang.”
Lebih lanjut Wapres Hsiao menambahkan, Presiden Lai Ching-te secara konsisten mempromosikan konsep "Taiwan Seimbang", mendukung pengembangan industri teknologi seperti semikonduktor dan AI sambil juga mempertimbangkan industri tradisional dan sektor jasa. Ia juga menyebutkan kebijakan "Pusat Manajemen Aset Asia (Asia Asset Management Center, AAMC)", yang memungkinkan lebih banyak industri untuk berbagi hasil pertumbuhan ekonomi. Ia menunjukkan bahwa pemerintah akan berinvestasi dalam infrastruktur dan sumber daya industri, dan telah merencanakan anggaran ratusan miliar dolar Taiwan untuk membantu UKM mencapai pertumbuhan nol bersih dan transformasi digital, memperkuat daya saing industri, dan berupaya membangun Taiwan yang lebih tangguhWapres Hsiao mencatat bahwa perusahaan-perusahaan Taiwan secara historis mempertahankan pendekatan pragmatis dan tidak mencolok di pasar internasional, tetapi berkat kekuatan teknologi dan kualitas produk yang solid, mereka telah mengamankan posisi penting dalam rantai pasokan global. Taiwan adalah mitra yang dapat dipercaya dalam pembangunan global "rantai pasokan non-merah". Menghadapi persaingan internasional yang semakin ketat, pemerintah akan bekerja sama dengan industri untuk meningkatkan visibilitas dan nilai merek Taiwan di kancah internasional.