Taifun ke-7 tahun ini, Mekkhala, terus menunjukkan penguatan yang signifikan di tengah cuaca Taiwan yang terasa sangat panas. Mantan Kepala Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) Cheng Ming-dean (鄭明典) memaparkan bahwa sejak Minggu (21/6), area awan padat di bagian tengah Mekkhala telah berkembang hampir sempurna. Meski mata taifun belum terlihat sepenuhnya jelas, sistem awan di dinding mata badai sudah hampir melingkar penuh.
Cheng Ming-dean memprediksi kekuatan Mekkhala pada Senin (22/6) sangat mungkin terus meningkat hingga mendekati batas atas ambang taifun kategori sedang.
Cheng Ming-dean menjelaskan bahwa pada Selasa (23/6), Taifun Mekkhala diperkirakan akan menghadapi terjangan geseran angin vertikal yang semakin menguat, yang akan menekan intensitas badai dan membuatnya berangsur melemah.
Di bawah panduan arus udara lingkungan, taifun ini juga akan berbelok ke utara dan diproyeksikan terus bergerak menyusuri perairan timur Taiwan. Namun, Cheng Ming-dean secara khusus mengingatkan bahwa jalur pergerakan ke utara ini masih menyimpan ketidakpastian yang bergantung pada struktur vertikal geseran angin dari taifun itu sendiri.
Poin krusial yang ia soroti, yakni semakin kuat Mekkhala berkembang, semakin dekat pula lintasannya dengan daratan Taiwan, menjadikan potensi dampak sistem awan luar badai terhadap cuaca Taiwan tetap harus diwaspadai.
Pakar cuaca Wu Sheng-yu (吳聖宇) menambahkan analisisnya bahwa pada Rabu (24/6) hingga Kamis (25/6), Mekkhala akan bergerak perlahan ke utara di sebelah timur Taiwan dengan kekuatan yang diprediksi terus menyurut. Mengingat sirkulasi taifun ini relatif kecil dan sirkulasi di sisi baratnya lebih lemah, ditambah jarak pusatnya yang cukup jauh dari daratan, maka tidak akan memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap cuaca di Taiwan.
Kendati demikian, efek tarikan dari arus udara di lingkar luar Mekkhala akan memicu penguatan angin barat daya di sekitar Taiwan yang membawa lebih banyak uap air ke wilayah tersebut.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan pergerakan Mekkhala dan mempersiapkan diri menghadapi potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.