Militer nasional mulai pekan ini menggelar Latihan Kesigapan Tempur yang merupakan bagian dari Trilogi Pelatihan Pasukan. Menteri Pertahanan Nasional (MND), Wellington Koo (顧立雄) pada Rabu hari ini (24/6) menjelaskan bahwa Kesigapan Tempur dan Latihan Pertahanan Gabungan yang menyusul kemudian bertujuan untuk membangun kemampuan reaksi cepat pasukan serta kemampuan operasi komando dan kendali yang terpusat. Sementara itu, Latihan Han Kuang merupakan pelatihan simulasi komprehensif yang mencakup tahap persiapan kesigapan tempur hingga operasi pertahanan mendalam, sehingga target pelatihannya pun berbeda.
Demi mencapai target pelatihan berbasis tempur nyata, MND tahun ini mengubah alur pelatihan dengan menggelar Trilogi Pelatihan Pasukan secara bertahap mulai pekan ini. Rangkaian ini terdiri dari Latihan Kesigapan Tempur Segera, Latihan Pertahanan Gabungan, dan Latihan Han Kuang. Namun, pihak luar masih sulit memahami perbedaan konten dari ketiga latihan tersebut.
Saat diwawancarai di Yuan Legislatif pada Rabu hari ini (24/6), Wellington Koo menjelaskan bahwa Kesigapan Tempur Segera menitikberatkan pada kemampuan respons pasukan, melatih persiapan tempur cepat, dan pengerahan pasukan, guna membangun kecepatan yang semestinya dalam transisi dari masa damai ke masa perang.
Sementara itu, Pertahanan Gabungan berfokus pada bagaimana pasukan mengeksekusi kill chain tempur dalam situasi yang terpusat, guna menguji kemampuan komando, kendali dan operasional. Adapun Latihan Han Kuang yang merupakan latihan tahunan seluruh angkatan bersenjata, adalah latihan komprehensif yang menyimulasikan berbagai situasi yang mungkin terjadi pada setiap tahapan di masa perang.
Terkait lintasan kapal induk Fujian milik Tiongkok Selat Taiwan pada Selasa kemarin (23/6), yang disusul dengan perilisan foto-foto terkait oleh MND, Wellington Koo menekankan bahwa militer nasional memiliki penguasaan penuh atas dinamika di sekitar Selat Taiwan.
Wellington Koo menerangkan bahwa terkait melintasnya kapal induk tersebut di Selat Taiwan, pihaknya akan terus memantau secara penuh. MND juga telah merilis foto-foto terkait, dikarenakan MND memandangnya sebagai dinamika penting terkait militer Tiongkok.
Selain itu, beredar jabar bahwa akibat tekanan dari anggota Yuan Legislatif dari Partai DPP (Partai Progresif Demokratik), MND tengah mengkaji pembentukan jabatan wakil kepala sekolah sipil di akademi militer. Wellington Koo memberikan klarifikasi dengan menyatakan bahwa langkah ini merujuk pada sistem akademi militer di luar negeri, di mana wakil kepala sekolah dari kalangan sipil dapat membantu dalam perancangan kurikulum, penelitian akademis, atau pertukaran antar institusi.
Ia juga menekankan bahwa pengangkatan aktual tetap harus melalui pertimbangan rapat dewan sekolah, sehingga tidak ada isu mengenai tekanan dari pihak mana pun.