KTT Pax Silica akan segera digelar dengan fokus pada rantai pasokan kecerdasan buatan (AI) yang terpercaya dan kerja sama semikonduktor. Pakar menyoroti bahwa posisi krusial Taiwan dalam rantai pasokan semikonduktor tidak kalah penting dibandingkan dengan anggota resmi lainnya.
Seiring dengan langkah berbagai negara yang mempercepat pengurangan ketergantungan pada rantai pasokan Tiongkok, Taiwan tidak hanya memiliki keunggulan rantai industri teknologi yang komprehensif, tetapi juga mampu menjaga efisiensi rantai pasokan, sehingga berpeluang besar menjadi mitra kerja sama yang penting bagi banyak negara.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat akan menggelar KTT Pax Silica di Washington DC pada 25 Juli dan 26 Juli 2026 mendatang. KTT ini dijadwalkan akan mengumpulkan para perwakilan negara yang tergabung dalam Deklarasi Pax Silica untuk bersama-sama mendiskusikan kerja sama dan isu keamanan rantai pasokan semikonduktor. Taiwan akan berpartisipasi dengan status sebagai pihak non-anggota yang menandatangani deklarasi tersebut.
KTT ini bertujuan untuk mendorong kerja sama internasional, memperkuat rantai pasokan AI yang terpercaya, serta memperdalam kerja sama di bidang rare mineral, energi, semikonduktor, dan infrastruktur komputasi.
Saat ini, negara-negara seperti Australia, Finlandia, India, Israel, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Inggris telah menandatangani Deklarasi Pax Silica.
Wakil Ketua Pelaksana Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi dan Perdagangan Internasional yang dinaungi oleh Chung-Hua Institution for Economic Research (CIER), Roy Lee (李淳), menyoroti bahwa meskipun Taiwan bukan negara penandatanganan dan hadir sebagai tamu undangan, tetapi signifikansi dan pengaruh Taiwan dalam isu-isu inti seperti semikonduktor sama sekali tidak kalah dengan anggota resmi.
Ia menerangkan, Deklarasi Pax Silica bertujuan untuk membangun rantai pasokan AI yang terpercaya dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan dari Tiongkok, bukan untuk berkonfrontasi atau memisahkan diri sepenuhnya dari Tiongkok. Pada tahap ini, hal yang lebih penting bagi Taiwan adalah melalui partisipasi substantif, secara akurat memahami berbagai posisi negara lain terkait keamanan rantai pasokan, kebijakan industri, dan geopolitik, guna lebih lanjut meraih peluang kerja sama.
Roy Lee meyakini bahwa seiring dengan percepatan restrukturisasi rantai pasokan oleh berbagai negara, beberapa mata rantai pasokan yang semula didominasi oleh Tiongkok, niscaya akan mencari mitra kerja sama baru. Taiwan memiliki daya saing internasional di berbagai bidang, mulai dari proses manufaktur semikonduktor tingkat lanjut maupun matang, peralatan hingga pusat data.
Taiwan mampu menyeimbangkan efisiensi ekonomi sekaligus menjadi mitra kerja sama yang krusial bagi banyak negara.
Ia meyakini bahwa seiring dengan pencarian sumber pasokan yang lebih terpercaya oleh berbagai negara, Deklarasi Pax Silica juga akan menciptakan peluang kerja sama yang baru bagi Taiwan, serta lebih jauh memperkuat peran strategisnya dalam rantai pasokan teknologi dunia.