(Taiwan, ROC) -- Amerika Serikat (AS) menjadi tuan rumah konferensi “Pax Silica” yang digelar pada Kamis (25/6) kemarin di Washington, D.C. Acara ini mempertemukan para perwakilan dari negara-negara penandatangan “Deklarasi Pax Silica”, sementara Taiwan juga turut berpartisipasi meski hanya sebagai pihak non-penandatangan.
Kementerian Luar Negeri AS kepada media CNA menyampaikan, Taiwan dan AS memiliki kerja sama yang erat di bidang rantai pasok dan kecerdasan buatan (AI). Industri manufaktur canggih Taiwan disebut memainkan peran penting dalam mendorong revolusi AI global.
Inisiatif “Pax Silica” merupakan kelompok kerja sama yang dibentuk oleh AS bersama sekutu-sekutunya, dengan tujuan memastikan keamanan rantai pasok AI.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Urusan Ekonomi Jacob Helberg, memimpin KTT mitra ekonomi “Pax Silica” yang berlangsung pada 25-26 Juni.
Pada pertemuan tingkat kedua ini, hadir para perwakilan dari negara-negara penandatangan “Deklarasi Pax Silica”, termasuk Australia, Finlandia, India, Israel, Jepang, Norwegia, Filipina, Qatar, Korea Selatan, Singapura, Swedia, Uni Emirat Arab, Inggris, dan AS. Taiwan juga turut berpartisipasi sebagai pihak non-penandatangan, yang diwakili oleh Wakil Menteri Urusan Digital Taiwan Hou Yi-xiu (侯宜秀).
Terkait pentingnya partisipasi Taiwan dalam konferensi ini, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS melalui email dalam penjelasan latar belakang kepada pertanyaan media menyatakan, konferensi tersebut tengah mendorong inisiatif “Pax Silica” untuk membangun rantai pasok yang aman sekaligus mendukung perkembangan pasar, serta mengurangi hambatan dalam tumpukan teknologi AI.
Juru bicara tersebut menunjukkan, Taiwan dan AS bekerja sama secara erat dalam inisiatif ekonomi tersebut maupun berbagai inisiatif penting lainnya. Dirinya menambahkan, “industri manufaktur canggih Taiwan memainkan peran kunci dalam mendorong revolusi AI.”
AS secara resmi meluncurkan inisiatif “Pax Silica” pada Desember tahun lalu. Saat itu, Kementerian Luar Negeri AS juga menggelar KTT “Pax Silica” perdana yang mempertemukan 8 negara dengan ekosistem rantai pasok AI paling maju, termasuk Jepang, Korea Selatan, Singapura, Belanda, Israel, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Australia. Taiwan turut hadir sebagai tamu undangan.
Sebagai lokasi perusahaan TSMC, Taiwan menyatakan dukungan terhadap inisiatif “Pax Silica” meskipun hanya berpartisipasi sebagai pihak non-penandatangan.