(Taiwan, ROC) -- Seiring dengan meningkatnya jumlah warga negara asing di Taiwan, berbagai minimarket waralaba juga semakin membutuhkan kebutuhan kelompok tersebut. One-Forty, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang telah lama berkomitmen dengan pendidikan para pekerja migran, bekerja sama dengan FamilyMart meluncurkan "Paket Layanan Ramah Pekerja Migran" tahun ini dan mendapat respon yang antusias. Mereka kini juga mengumumkan akan bekerja sama lagi untuk meluncurkan "Rencana Pelayanan Ramah Pekerja Migran 2025" tahun depan, mengajak masyarakat untuk turut berbagi menyumbangkan uang receh untuk memberikan dukungan bagi pendidikan pekerja migran dan kegiatan pertukaran multikultural.
One-Forty dan FamilyMart mengadakan konferensi pers pada 16 Desember, di mana Manajer Umum (GM) FamilyMart, Hsueh Tung-tu (薛東都) menyampaikan, sekitar 30 tahun lalu, sebagai penduduk asli Penghu, ia harus meninggalkan rumah dan belajar di Pulau Taiwan pada usia muda. Ketika berbicara, ia memiliki aksen, sehingga merasakan diskriminasi mikro pada saat itu. Dengan adanya jutaan pekerja migran di Taiwan, ia memahami bahwa mereka memiliki banyak ketidaknyamanan dalam hidup. Apa yang FamilyMart luncurkan untuk para migran di tahun ini merupakan tujuan awal dari rencana layanan ramah pekerja migran.
Pendiri One-Forty Kevin Chen (陳凱翔) menyampaikan, bahwa setelah FamilyMart meluncurkan paket layanan ramah pekerja migran, berdasarkan survei online terhadap para pekerja migran di bulan November tahun ini, lebih dari 84% responden menyampaikan, bahwa minimarket yang paling umum untuk mereka kunjungi adalah FamilyMart. 94% pekerja migran mengatakan bahwa "papan komunikasi yang ramah" dan "menu minuman multibahasa" berguna untuk komunikasi; 96% responden mengatakan bahwa "area produk ramah Muslim", label makanan "makanan segar bebas daging babi" membuat mereka merasa lebih aman dan tenteram saat berbelanja. Selain itu, 97,8% responden menyatakan kesediaannya untuk merekomendasikan minimarket FamilyMart kepada pekerja migran lainnya.
Kevin Chen menyampaikan, One-Forty dan FamilyMart akan melanjutkan 3 strategi utama, yaitu "multi-bahasa", "multi-produk", dan “berbagai pertukaran”, bersama-sama meluncurkan rencana donasi uang receh “Bersama FamilyMart Ramah Pekerja Migran 2025”. Dengan dukungan sumbangan kecil dari masyarakat, tahun depan diharapkan dapat mengirimkan 2.500 eksemplar buku pelajaran bahasa Mandarin "Paket Pembelajaran Pendamping Buku Baik" secara gratis kepada pekerja migran yang membutuhkan melalui model toko-ke-toko FamilyMart, dan memotret 20 video pengajaran kehidupan. Selain itu, untuk memungkinkan pekerja migran berbicara bahasa Mandarin dengan lebih percaya diri di lingkungan yang akrab, delapan kegiatan fisik juga diharapkan akan diadakan tahun depan, yang memungkinkan pelajar migran berlatih memesan makanan, mengirim uang, memanggil taksi atau mengirim paket dalam bahasa Mandarin di toko FamilyMart.
Kevin Chen menyampaikan, bahwa rencana donasi uang receh tidak hanya akan mendukung pekerja migran yang belajar bahasa Mandarin, tapi juga akan memperluas pengaruh "Proyek Sahabat Pena Saya untuk Pekerja Migran".
Program donasi “Bersama FamilyMart Ramah Pekerja Migran 2025” telah dimulai sejak sekarang hingga 21 Januari tahun 2025. Masyarakat dipersilakan untuk berdonasi kembalian saat membayar di konter minimarket FamilyMart, bersama-sama menciptakan perubahan masyarakat yang inklusif.