Pergerakan Taifun Bavi dilaporkan terus mendekati wilayah perairan Taiwan dengan radius badai yang masif. Berdasarkan analisis data pemodelan terbaru dari Direktorat Jenderal Klimatologi Sentral di Taiwan (CWA) yang dibagikan oleh laman pemantau klimatologi TyTech Forum | Weather Express, pinggiran luar taifun tersebut diproyeksikan mulai menyelimuti daratan secara bertahap pada Jumat (10/7) menjelang malam.
Otoritas memperkirakan bahwa periode fluktuasi cuaca dengan dampak paling signifikan, berupa akumulasi curah hujan tinggi dan angin kencang di seluruh wilayah, akan berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu (11/7).
Meskipun volume sirkulasi taifun ini tergolong besar, dampak langsung terhadap kondisi cuaca harian domestik diperkirakan belum akan terasa signifikan pada Kamis (9/7) karena posisi pusat taifun masih berjarak sekitar 700KM dari Taiwan. Sepanjang hari tersebut, kondisi atmosfer secara umum diprediksi masih terjaga cerah dan stabil, dengan catatan tidak ada akselerasi laju pergerakan yang drastis.
Pihak analis menambahkan bahwa koordinat rute Taifun Bavi saat ini masih memiliki ruang penyesuaian, sehingga kepastian mengenai waktu kontak darat serta fluktuasi intensitas hujan masih terus dipantau secara berkala melalui pergeseran arus kemudi udara.
Mengenai parameter intensitas, CWA mengonfirmasi bahwa Taifun Bavi berpotensi mencatatkan diri sebagai sistem tekanan rendah terkuat di kawasan tersebut pada tahun ini, melampaui intensitas Taifun Sinlaku.
Pada esok hari, kecepatan angin maksimum di dekat pusat diproyeksikan menyentuh angka 60 meter per detik dengan radius jangkauan badai mencapai 350 KM, dan masih berpeluang menguat hingga 63 meter per detik sebelum Rabu (8/7).
Berdasarkan perkembangan teknis tersebut, probabilitas penerbitan status peringatan taifun dinilai sangat tinggi, disusul sebaran hujan yang diprediksi merata di seluruh wilayah Taiwan saat taifun berada di titik terdekat pada Jumat dan Sabtu.
Data resmi mengenai probabilitas invasi radius badai dalam jangka waktu 120 jam menunjukkan bahwa 9 kabupaten dan kota di Taiwan telah melampaui angka risiko 40%.
Wilayah Kabupaten Yilan mencatatkan persentase tertinggi sebesar 51%, disusul Kota Keelung 50%, Kota Taipei dan Kabupaten Hualien 48%, Kota New Taipei 47%, Kota Taoyuan 46%, area Hsinchu 43%, serta Kabupaten Miaoli dan Pulau Hijau sebesar 41%.