Taifun Bavi terus bergerak mendekati Taiwan dengan intensitas yang bertahan tinggi. Prakiraan terbaru dari otoritas Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) menunjukkan bahwa mulai Rabu malam (8/7) pukul 20.00, Bavi akan berbelok ke utara dan bergerak ke arah barat laut, dengan titik terdekat ke Taiwan diperkirakan jatuh antara Kamis (10/7) malam hingga Jumat (11/7) siang.
Meski intensitasnya diprediksi sedikit melemah pada saat itu, Bavi dipastikan masih berstatus taifun kuat. Berdasarkan data peluang dampak badai terbaru yang dirilis CWA pada pukul 02.00 dini hari (8/7), Kota Keelung mencatat angka tertinggi di seluruh Taiwan sebesar 98%, diikuti Kota Taipei dan Kabupaten Yilan masing-masing 97%, Kota New Taipei 96%, dan Kota Taoyuan 94 %. CWA mengimbau masyarakat untuk segera melakukan persiapan menghadapi taifun.
Intensitas Bavi sempat mengalami fluktuasi pada Senin (7/7) akibat proses pergantian dinding mata taifun, intrusi udara kering, dan pergeseran angin vertical, yang menyebabkan kecepatan angin maksimum turun menjadi 58 meter per detik.
Namun, setelah proses pergantian dinding mata selesai, intensitasnya kembali menguat dengan cepat. CWA memprakirakan Bavi akan mempertahankan intensitas ini selama sekitar 48 jam ke depan.
Saat mulai memberikan dampak signifikan terhadap Taiwan pada Kamis (10/7) pukul 20.00, tekanan udara di pusat diperkirakan naik ke 915 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum 53 meter per detik dan hembusan sesaat 65 meter per detik, namun Bavi tetap tergolong taifun kuat.
Radius badai angin level tujuh akan bertahan pada 350 kilometer, dengan seluruh wilayah dari Tainan ke utara berpotensi terkena dampak lingkaran badai. Kabupaten Hsinchu dan Lienchiang mencatat peluang dampak 89%, Kota Hsinchu 88%, Kabupaten Hualien 87%, dan Kabupaten Miaoli82 %.