Kebiasaan menempelkan lakban pada kaca jendela saat taifun ternyata tidak hanya tidak berguna, tetapi justru berbahaya. Otoritas Architecture and Building Experiment Centre di bawah Kementerian Dalam Negeri (MOI) telah melakukan serangkaian uji coba yang membuktikan bahwa menempelkan lakban pada kaca dapat menurunkan kemampuan kaca dalam menahan tekanan angin, bukan meningkatkannya.
Pengujian dilakukan menggunakan jendela aluminium berukuran 2,8 x 2 meter dengan kaca biasa setebal 5 milimeter, menerapkan empat pola penempelan yang umum digunakan masyarakat, misal bentuk silang (X), bentuk pagar (#), bentuk kotak, dan tempelan penuh, serta satu jendela tanpa lakban sebagai kelompok kontrol, yang kemudian diberikan tekanan bertahap melalui ruang uji angin dan hujan.
Hasilnya cukup mengejutkan. Seluruh jendela yang ditempeli lakban mulai pecah saat diterpa angin level 16, dengan tekanan pecah masing-masing 3.482 Pa untuk pola X, 4.206 Pa untuk pola pagar, 4.887 Pa untuk pola kotak, dan 4.189 Pa untuk tempelan penuh. Sebaliknya, jendela tanpa lakban baru pecah pada tekanan 5.878 Pa, yang setara kecepatan angin 250 kilometer per jam atau kekuatan taifun di atas level 17.

Foto: MOI
Architecture and Building Experiment Centre menganalisis bahwa lakban kemungkinan menyebabkan konsentrasi tegangan lokal pada kaca sehingga membuatnya lebih mudah retak, dan hasil ini telah dikonfirmasi melalui dua kali pengulangan uji coba dengan hasil yang konsisten.
Pengujian tambahan menggunakan kaca tempered dengan ketebalan yang sama menunjukkan hasil yang jauh lebih baik, bahkan setelah tekanan ditingkatkan hingga 9.000 Pa, kaca tersebut tetap tidak pecah dan justru bingkai jendela aluminiumnya yang mengalami deformasi.
Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa ketahanan sebuah jendela terhadap angin tidak hanya ditentukan oleh kualitas kaca, tetapi juga oleh kekuatan struktur bingkai jendela secara keseluruhan. MOI merekomendasikan agar masyarakat beralih menggunakan pintu dan jendela yang memenuhi standar nasional CNS, memasang kaca film anti-ledakan, serta secara berkala memeriksa kondisi bingkai jendela. Pastikan pula tidak ada barang di luar ruangan yang berpotensi tertiup angin dan menghantam kaca.