Menjelang kedatangan Taifun Bavi, masyarakat Taiwan mulai berbondong-bondong berbelanja kebutuhan pokok sebagai persiapan menghadapi curah hujan ekstrem yang berpotensi mengganggu distribusi pangan. Liao Chiung-cheng (廖炯程), pedagang sayur di Pasar Umum Xinzhuang, mengingatkan bahwa dampak cuaca terhadap harga sayuran berdaun sudah mulai terasa sejak pekan lalu.
Ia menegaskan bahwa jika taifun membawa angin kencang dan hujan lebat, proses panen di daerah penghasil dan jalur pengiriman akan terganggu, sehingga harga pasar kemungkinan besar akan kembali merangkak naik pekan depan. Ia mengimbau masyarakat untuk mengosongkan satu ruang di kulkas dan mulai berbelanja sebelum angin dan hujan tiba.
Liao Chiung-cheng menyarankan agar masyarakat tidak perlu panik dalam berbelanja, melainkan fokus pada bahan makanan yang tahan lama, mudah diolah, dan memiliki banyak variasi masakan. Tiga pilihan utama yang ia rekomendasikan adalah kubis, sayuran umbi-umbian, dan jamur.
Kubis yang saat ini dijual di kisaran NT$50 hingga NT$60 per kati (600 gram) dapat bertahan cukup lama jika disimpan dengan benar di dalam kulkas. Sayuran umbi-umbian seperti ubi jalar, kentang, lobak putih, labu, bawang bombai, dan wortel memiliki harga yang tidak mudah terpengaruh cuaca jangka pendek, sementara jamur-jamuran seperti shiitake, shimeji cokelat, dan shimeji putih dikenal stabil harganya dan mudah dimasak.
Ketiga jenis bahan ini dinilai jauh lebih bijak dibandingkan membeli sayuran berdaun secara berlebihan yang berisiko membusuk sebelum sempat dikonsumsi.