(Taiwan, ROC) -- Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) Taiwan pada dini hari ini (10/7) mengeluarkan peringatan taifun darat dan laut untuk Taifun Bavi. Hujan di wilayah utara dan timur laut Taiwan diperkirakan mulai meningkat pada siang hari, sementara dampak terparah diprediksi terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu (11/7) pagi.
Wilayah yang pertama kali masuk dalam peringatan darat adalah New Taipei, Yilan, dan Hualien. Pada pukul 06:00, pusat Taifun Bavi berada sekitar 720 kilometer di timur Tanjung Eluanbi dan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 22-26 kilometer per jam.
Menurut CWA, hujan akan semakin deras mulai sore hari, terutama di daerah pegunungan utara, tengah, dan selatan Taiwan. Dalam 24 jam ke depan, New Taipei, Yilan, Hsinchu, dan Miaoli berpotensi diguyur hujan lebih dari 350 milimeter. Sementara itu, pegunungan tengah Taiwan dan Hualien juga berisiko mengalami hujan lebat.
Meski kekuatan Taifun Bavi mulai melemah, pihak berwenang mengingatkan jika dampak hujan dan angin di Taiwan justru akan semakin terasa seiring mendekatnya taifun. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca buruk.
Selain itu, gelombang laut di sekitar Taiwan terus meningkat. Perairan timur telah mencatat tinggi gelombang mendekati 6 meter, dan pada malam hari diperkirakan gelombang di sebagian besar perairan mencapai 2-4 meter, bahkan lebih dari 6 meter di sisi timur pulau. Peringatan gelombang tinggi masih terus diberlakukan.
Akibat pengaruh topan dan sirkulasi anginnya, lebih dari 19 kota dan kabupaten di Taiwan juga berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan rata-rata level 6 atau hembusan hingga level 8. Warga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan menghindari aktivitas di wilayah pesisir maupun pegunungan hingga kondisi kembali kondusif.