Pergerakan uap air dari selatan ke utara pada Senin hari ini (13/7) membuat kondisi cuaca di Taiwan secara keseluruhan menjadi lebih tidak menentu. Otoritas Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) telah menerbitkan peringatan hujan lebat untuk Kota Taoyuan, dengan potensi hujan lebat lokal akibat konveksi kuat yang sudah terjadi sejak pagi hari.
Wilayah selatan dan tenggara Taiwan berpotensi mengalami hujan deras singkat atau hujan petir lokal pada waktu yang tidak menentu, dengan wilayah tenggara dan Semenanjung Hengchun berpeluang mengalami intensitas yang lebih tinggi.
Sementara itu, suhu tertinggi di berbagai daerah berkisar antara 32C hingga 34C, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk memperbanyak konsumsi air guna menghindari risiko terkena serangan hawa panas (heatstroke).
Memasuki sore hari, wilayah tengah ke utara serta Yilan dan Hualien perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan petir. Wilayah tengah ke utara bahkan berpeluang dilanda hujan lebat lokal atau hujan sangat lebat dalam durasi singkat, sementara kawasan pegunungan lainnya berpotensi mengalami hujan lebat lokal.
Hujan rintik-rintik juga berpotensi turun pada malam dan pagi hari di sejumlah wilayah.
Memasuki Selasa (14/7), pola cuaca serupa diprakirakan berlanjut dengan uap air dari selatan yang terus bergerak ke utara. Wilayah selatan dan Taitung akan mengalami hujan deras singkat atau hujan petir lokal, sementara wilayah utara kembali berpeluang mengalami hujan lebat lokal atau hujan sangat lebat berdurasi singkat pada sore hari.
Dari Rabu (15/7) hingga Jumat (17/7), cuaca akan dipengaruhi angin barat daya, dan pada Sabtu-Minggu pekan depan beralih ke pengaruh angin selatan. Selama periode tersebut, wilayah selatan berpotensi mengalami hujan deras singkat atau hujan petir lokal, sementara area pegunungan di bagian barat berpeluang mengalami hujan lebat lokal pada sore hari.