Sebuah surel berisi Pemberitahuan Pemenang Undian Struk Belanja Elektronik berhasil mengelabui seorang warga Taiwan hingga kehilangan lebih dari NT$24.000. Platform Anti-Penipuan 165 Biro Kepolisian Kementerian Dalam Negeri mengungkap bahwa korban menerima surel yang menyamar sebagai platform belanja daring ternama, mengklaim struk belanjanya memenangkan hadiah NT$400 dan menyertakan tautan klaim hadiah.
Tanpa curiga, korban mengikuti instruksi situs tersebut dan memasukkan data pribadi, informasi kartu kredit, serta kode verifikasi OTP. Alih-alih menerima hadiah, kartu kreditnya justru dibobol dari luar negeri sebesar€666, atau setara lebih dari NT$24.000.
Situs web palsu yang dikunjungi korban dirancang sangat menyerupai Platform Layanan Integrasi Struk Belanja Elektronik resmi milik Kementerian Keuangan (MOF), dengan alamat yang menggunakan tulisan serupa seperti einvoiceio.com untuk mengelabui pandangan.
Karena tampilan halaman nyaris identik dengan situs resmi, korban tidak menyadari adanya kejanggalan dan memasukkan nama, nomor kartu tanda penduduk, nomor kartu kredit, serta data lainnya secara berurutan. Setelah kode OTP yang diterima ponselnya dimasukkan ke situs palsu tersebut, notifikasi transaksi luar negeri sebesar €666 langsung muncul di aplikasi perbankan miliknya.
Korban baru menyadari bahwa alamat situs resmi Kementerian Keuangan yang sebenarnya adalah www.einvoice.nat.gov.tw, dengan akhiran .gov.tw yang dikhususkan untuk lembaga pemerintah, bukan domain komersial biasa.
Platform Anti-Penipuan 165 menegaskan beberapa poin penting yang harus diperhatikan masyarakat. Pertama, instansi pemerintah tidak akan pernah meminta nomor kartu kredit, masa berlaku, kode keamanan, maupun kode OTP dalam proses penyaluran hadiah atau subsidi apapun. Kedua, saat menerima pemberitahuan pemenang undian struk belanja, masyarakat wajib melakukan pengecekan langsung melalui Aplikasi Klaim Hadiah Struk Belanja Terpadu Kementerian Keuangan atau situs resmi berakhiran .gov.tw, bukan melalui tautan yang terlampir dalam surel dari sumber tidak dikenal.
Ketiga, setiap kali menerima kode OTP, baca isi pesannya dengan saksama untuk memastikan tujuan penggunaannya sebelum memasukkan kode tersebut ke mana pun. Jika pesan menunjukkan adanya pemotongan dana untuk transaksi konsumsi atau luar negeri, kode OTP tersebut tidak boleh dimasukkan dalam kondisi apapun.