Tim peneliti lintas institusi dari Taichung Veterans General Hospital, Taipei Veterans General Hospital, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nasional Taiwan berhasil membangun basis data gen umur panjang sehat pertama di Taiwan setelah lima tahun penelitian.
Mereka mengidentifikasi lima gen kunci yang khas pada populasi Taiwan, masing-masing PTPRD, TANC1, SLC22A3, PCSK2, dan ZNF806, serta membangun model prediksi dengan tingkat akurasi 95,6% dalam memprakirakan apakah seseorang dapat hidup hingga usia 95 tahun ke atas. Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan di jurnal internasional terkemuka GeroScience.
Penelitian yang dipimpin Dokter Hsieh Ming-shun (謝明順) dari Departemen Gawat Darurat Taichung Veterans General Hospital ini merekrut lebih dari 2.000 lansia Taiwan berusia 85 tahun ke atas dalam kondisi sehat, lalu membandingkannya dengan data genom dari kasus meninggal pada rentang usia 50 hingga 70 tahun dalam Proyek Pengobatan Presisi Taiwan.
Melalui perbandingan silang dengan basis data Eropa dan Amerika, penelitian menemukan bahwa kelima gen tersebut saat ini hanya menunjukkan mekanisme perlindungan umur panjang yang signifikan pada populasi Taiwan.
Hsieh Ming-shun merinci fungsi masing-masing gen, meliputi PTPRD dan TANC1 berperan mempertahankan transmisi sinyal saraf dan fungsi kognitif yang berkaitan dengan penuaan otak yang sehat.
SLC22A3 dan PCSK2 terkait pengaturan tekanan darah dan gula darah sebagai target molekuler pencegahan penyakit kronis, sementara ZNF806 berkaitan dengan kemampuan sel dalam melawan tekanan lingkungan dan mekanisme perbaikan diri.
Dengan kata lain, umur panjang bukan hasil kerja satu gen tunggal, melainkan kontribusi tiga sistem utama secara bersamaan, yaitu kognisi saraf, homeostasis metabolisme, dan ketahanan terhadap stres.
Meski demikian, Hsieh Ming-shun menegaskan bahwa gaya hidup teratur, pencegahan dini, dan olahraga yang tepat tetap menjadi fondasi utama untuk mencapai penuaan yang sehat, terlepas dari faktor genetik yang dimiliki seseorang.