Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Kasus COVID-19 di Taiwan Naik 4 Pekan Berturut-turut, Otoritas Waspadai Potensi Gelombang Musim Panas

13/07/2026 16:11
Penulis & Editor: Maidin Hindrawan
Kasus COVID-19 di Taiwan Naik 4 Pekan Berturut-turut, Otoritas Waspadai Potensi Gelombang Musim Panas
Kasus COVID-19 di Taiwan Naik 4 Pekan Berturut-turut, Otoritas Waspadai Potensi Gelombang Musim Panas

(Taiwan, ROC) - Kasus COVID-19 di berbagai negara kembali menunjukkan tren peningkatan. Di Tiongkok, jumlah kasus terus bertambah selama lima pekan berturut-turut, sementara Jepang mencatat kenaikan selama empat pekan. Taiwan juga mengalami tren serupa dengan peningkatan kasus dalam empat minggu terakhir, sehingga otoritas kesehatan mulai mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang penularan COVID-19 pada musim panas.

Juru bicara Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan, Tseng Shu-hui (曾淑慧) mengatakan pada hari Senin (13 Juli), laju peningkatan kasus COVID-19 di Taiwan semakin cepat dalam beberapa pekan terakhir dan diperkirakan masih akan terus berlanjut. Pihaknya akan melakukan analisis lebih lanjut untuk menilai kemungkinan munculnya gelombang COVID-19 selama musim panas tahun ini.

Dalam wawancara dengan Radio Taiwan Internasional (Rti), Tseng menjelaskan bahwa tingkat positivitas pasien yang menjalani pemeriksaan di unit gawat darurat dan layanan rawat jalan di Tiongkok pada pekan epidemiologi ke-26 (21–27 Juni) telah meningkat menjadi 7,4%, menandai kenaikan selama lima pekan berturut-turut.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, jumlah kasus COVID-19 di negara tersebut berkisar lebih dari 20.000 kasus per bulan sepanjang Maret hingga Mei. Namun pada Juni, jumlah kasus melonjak tajam menjadi sekitar 79.000 kasus, dengan 130 kasus bergejala berat. Sementara itu, negara-negara di kawasan seperti Jepang dan Filipina juga tengah mengalami peningkatan kasus, yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko penularan di Taiwan.

Di Taiwan sendiri, jumlah kunjungan pasien COVID-19 ke layanan rawat jalan dan unit gawat darurat pada pekan lalu mencapai 2.032 orang, dengan tren kenaikan yang telah berlangsung selama empat pekan berturut-turut. Tseng mengatakan, peningkatan dalam satu hingga dua pekan terakhir bahkan terjadi lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada puncak gelombang COVID-19 musim panas tahun lalu, jumlah kunjungan pasien mencapai lebih dari 70.000 orang dalam satu pekan. Saat ini angkanya masih berada di kisaran 2.000 kasus per pekan, dan otoritas kesehatan akan menggunakan pemodelan matematika untuk memperkirakan apakah Taiwan akan kembali menghadapi gelombang COVID-19 pada musim panas tahun ini.

Tseng mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat tren peningkatan kasus tidak hanya terjadi di Taiwan, tetapi juga di berbagai negara. Ia secara khusus mengingatkan kelompok berisiko tinggi untuk segera mendapatkan vaksin COVID-19 guna menurunkan risiko mengalami gejala berat maupun kematian apabila terinfeksi.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan kasus, CDC Taiwan telah mengumumkan sejak akhir April bahwa program vaksinasi COVID-19 gratis bagi seluruh masyarakat diperpanjang hingga 31 Juli. Selain itu, pemerintah telah membuka pemberian dosis kedua vaksin penguat (booster) bagi kelompok berisiko tinggi sejak 7 April, termasuk untuk warga berusia 65 tahun ke atas, masyarakat adat berusia 55 tahun ke atas, serta individu dengan gangguan atau penurunan sistem kekebalan tubuh.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解